Tjahjo: Serangan Jokowi Cerminan "Semangat yang Terluka"

Tjahjo: Serangan Jokowi Cerminan
Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan saat bertemu dengan Tenaga Harian Lepas (THL) Tenaga Bantuan Penyuluh Pertanian (TBPP) di GOR Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, 3 Februari 2019. ( Foto: Biro Pers Media Kepresidenan )
Carlos KY Paath / HA Senin, 11 Februari 2019 | 17:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Calon presiden (capres) 01 Joko Widodo (Jokowi) beberapa kali melontarkan “serangan” terhadap kubu penantang. Bagi mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Tjahjo Kumolo, langkah Jokowi tersebut dinilai suatu kewajaran.

“Serangan Pak Jokowi adalah cerminan dari semangat yang terluka karena fitnah kepada beliau selama ini. Tentu dalam suasana semacam itu, tidak perlu lagi defensif (bertahan),” demikian Tjahjo dalam keterangannya, Senin (11/2).

Tjahjo menuturkan, sekitar empat tahun terakhir, Presiden Jokowi mendapat serangan yang asal-asalan tetapi bertubi-tubi. Mulai dari tudingan Jokowi antek asing, kader Partai Komunis Indonesia (PKI), dan lain-lain.

“Jadi, kalau pun sekarang Pak Jokowi mulai bangkit menyerang dalam arti menjawab dan menepis semua isu provokatif dan tendensius, maka hal tersebut adalah wajar dan benar,” ungkap Tjahjo yang sekarang menjabat menteri dalam negeri.

Tjahjo menambahkan, ada idiom yang menyatakan bahwa “pertahanan yang terbaik adalah menyerang”. Hal ini sebagaimana dilakukan dalam permainan catur.

Ever onward, never retreat atau maju terus pantang mundur,” imbuh Tjahjo.

Tjahjo menyatakan, masyarakat perlu dan wajib mengetahui program yang direncanakan serta dilaksanakan Jokowi.

“Pemerintah Pak Jokowi bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla akan terus paparkan terus hasil dari kerja nyata,” tegas Tjahjo.

Sebelumnya, Jokowi sudah menjelaskan alasannya melakukan “serangan”. Jokowi mengungkap, dirinya banyak diterpa isu negatif selama ini. “Masak kita empat tahun suruh diam saja. Ya enggaklah. Jadi empat tahun diam, masak suruh neruskan,” ungkap Jokowi di Jakarta, Selasa (5/2).



CLOSE