Tokoh Madura di Jakarta Solid Dukung Jokowi-Ma’ruf Amin

Tokoh Madura di Jakarta Solid Dukung Jokowi-Ma’ruf Amin
Deklarasi Dukungan Bani Kholil Bangkalan Madura Bersama Ulama dan Tokoh Masyarakat DKI Jakarta untuk pasangan calon 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Jakarta Utara, MInggu (10/2/2019). ( Foto: istimewa )
Bernadus Wijayaka / BW Senin, 11 Februari 2019 | 18:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Daftar dukungan pasangan calon (paslon) 01 Joko Widodo–KH Ma’ruf Amin (KMA) makin panjang. Setelah banyak latar belakang, kini giliran suara dukungan dari tokoh Madura di Jakarta. Suara mereka semakin menebalkan optimisme pasangan ini untuk memenangi Pilpres 2019, 17 April nanti.

Deklarasi dukungannya dilakukan di Koja, Jakarta Utara, Minggu (10/2). Suara lantang ini diberikan melalui Deklarasi Dukungan Bani Kholil Bangkalan Madura Bersama Ulama dan Tokoh Masyarakat DKI Jakarta. KMA mengungkapkan, pasangan 01 makin optimistis menyambut Pilpres 2019.

"Dengan deklarasi ini, saya kira peluang paslon 01 menang makin terbuka lebar. Potensi ini besar di Jakarta dan Madura. Kami apresiasi Keluarga Syaichona Kholil, Madura, warga Koja, Tanjung Priok, yang tumpah ruah mengadakan deklarasi dukungan. Apalagi, deklarasi ini dipimpin langsung Pak Haji Rawi,” ungkap KMA yang sebelumnya menjabat Rais Aam PBNU.

Menurut KMA, dukungan para tokoh Madura sangat penting. Pasalnya, masyarakat Madura tersebar di mana-mana. Kekompakan mereka juga luar biasa. ”Rakyat Madura ada di mana-mana,” jelas Ketua MUI tersebut.

Bergabungnya warga Madura otomatis menaikkan psikologis suara dukungan paslon 01. Artinya, posisi suara paslon 01 di Jakarta makin naik. Apalagi, waktu persiapan menuju Pilpres 2019 tinggal dua bulan lagi. “Peta di Jakarta sudah imbang. Tinggal tunggu beberapa saat lagi. Masih ada 2 bulan untuk konsolidasi lebih intensif di Jakarta bahkan Banten,” kata KMA lagi.

Suara dukungan warga Madura diyakini akan makin menggelembung di Pulau Madura. Pemicunya, hubungan psikologis kuat Keluarga Besar Bani Syaichona Kholil, Bangkalan, yang notabene guru dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy'ari.

Menurut KMA, warga Madura juga memiliki hubungan personal yang kuat dengan dirinya. Hal ini terlihat dari kuatnya ikatan hubungan keilmuan dan nasab. Terkait hubungan keilmuan, KMA merupakan murid dari KH Hasyim Asy'ari. Dari status ini, otomatis memunculkan pola hubungan nasab.

"Saya belajar di Ponpes Tebuireng (Jombang). Kiai Hasyim Asy'ari muridnya Syaichona Kholil. Dan, Syaichona Kholil murid dari Syech Nawawi Al-Bantani. Saya ini keturunan dari Kiai Demang Plakaran Arosbaya, Bangkalan. Beliau ini memiliki anak bernama Raden Kiai Pragalba. Kemudian cucu beliau di Pamekasan dijadikan istri oleh Raja Sumedang Larang. Gelrnya Nyai Ratu Surabaya," ungkap KMA, dalam keterangan tertulis yang dikirim ke Beritasatu.com.

Kyai Ma’ruf pun melanjutkan kisahnya yang berujung pada kakek nenek dari Maruf Amin. “Kalau saya jadi wapres, saya juga mewakili Madura. Kalau nanti betul-betul menjadi wapres, saya akan bantu Pak Jokowi agar NKRI tetap utuh. Bagi NU, NKRI adalah harga mati. Kedua, membangun supaya Indonesia menjadi maju,” papar Ma’ruf Amin.

Tokoh Madura, Muhammad Rawi mengatakan, para tokoh Madura di Jakarta dan juga para ulama solid untuk mendukung Jokowi-Kiai Ma'ruf di Pilpres 17 April mendatang.

“Sampai hari ini sudah bulat. Kami berkumpul bersama para ulama menjadi bukti keyakinan seluruh elemen masyarakat Madura terhadap paslon 01. Kami juga mendoakan mereka. Kami yakin, setelah deklarasi ini angka elektabilitas paslon 01 akan makin naik,” ungkap Rawi.



Sumber: Suara Pembaruan