Proses Hukum Pendukung Prabowo-Sandi Dinilai Bentuk Ketakutan Rezim

Proses Hukum Pendukung Prabowo-Sandi Dinilai Bentuk Ketakutan Rezim
Capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno tiba untuk mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, 17 Januari 2019. Debat pertama yang diikuti pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta pasangan nomor urut 02 Prabowo dan Sandiaga Uno tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. ( Foto: Antara / Aprilio Akbar )
Carlos KY Paath / JEM Selasa, 12 Februari 2019 | 14:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Budayawan, Ridwan Saidi menyoroti proses hukum terhadap sejumlah pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi). Menurut Ridwan, penangkapan para pendukung Prabowo menyiratkan ketakutan rezim.

“Saya adalah kepala kampanye PPP (Partai Persatuan Pembangunan) tahun 1972 dan 1982, waktu itu tidak begini situasinya. Sekarang tangkap sana, tangkap sini. Orang enggak jelas kesalahannya. Katanya kampanye awal, padahal banyak orang kampanye awal enggak diapa-apain,” kata Ridwan.

Ridwan menyampaikan itu dalam Diskusi Publik Topic of the Week bertajuk “Jelang Pilpres, Jokowi Blunder dan Panik?” di Kantor Sekretariat Nasional Prabowo-Sandi, Jakarta, Selasa (12/2). Ridwan mengungkit penetapan tersangka Ketua Umum (Ketum) Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif.

Slamet menjadi tersangka kasus dugaan kampanye di luar jadwal Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Penangkapan ini psikologi orang yang mengerti akan kalah. Rezim sekarang takut. Harusnya mereka tidak melakukan penangkapan-penangkapan,” ujar Ridwan.

Menurut Ridwan, Prabowo-Sandi akan memenangkan Pilpres 2019 mengalahkan Joko Widodo-Maruf Amin (Jokowi-Maruf). “Kagak ada hitung-hitungannya mereka (Jokowi-Maruf) bakal menang. Ini udah (sudah) jodohnya Prabowo presiden. Cuma kita jangan sombong, tetap kita rendah hati,” tegas Ridwan.

Diskusi turut dihadiri Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Dai Nasional Ustaz Fahmi Salim, dan Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta, Aad Satria Permadi. Ketika membuka diskusi, Ketua Sekretariat Nasional Prabowo-Sandi, Muhammad Taufik menyebut adanya kepanikan rezim.

“Ketum PA 212 jadi tersangka, ini bagian dari kepanikan. Kalau blunder terus terus, insyaalah ini tanda-tanda kita mau menang. Mereka bisa tangkap semua yang berhubungan dengan Pak Prabowo dan Pak Sandi. Tapi mereka tidak bisa kerangkeng kehendak rakyat untuk melakukan perubahan,” tegas Taufik. 



CLOSE