Rizal Mallarangeng: Rocky Gerung Berani Kritik "Bowoisme"?

Rizal Mallarangeng: Rocky Gerung Berani Kritik
Rizal Mallarangeng. ( Foto: Istimewa )
Anselmus Bata / AB Selasa, 12 Februari 2019 | 15:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tulisan Koordinator Nasional Relawan Golkar Jokowi (Gojo) Rizal Mallarangeng di qureta.com berjudul “Rocky Gerung, Kembang, dan Bowoisme” mendapat komentar luas di media sosial (medsos). Menurut Rizal tulisan itu merupakan kritik terhadap Rocky Gerung yang selama ini dikenal dengan jargon "akal sehat".

"Saya bersahabat dengan Rocky sejak tahun 1980-an. Kami adalah aktivis mahasiswa di puncak otoritarianisme Orba. Kenapa saya kritik dia dengan tulisan? Untuk mengingatkan dia. Kaum intelektual tidak dinilai dari omongannya, tetapi dari tulisannya. Kalau perdebatan secara tertulis, pendapat jadi lebih sistematis dan mendalam," kata Rizal Rizal Mallarangeng melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (12/2).

Dalam tulisannya, Rizal Mallarangeng menilai Rocky Gerung tidak berimbang dalam menyajikan fakta-fakta tentang capres Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

"Ada keberpihakan. Rocky Gerung condong ke Prabowo dan berbagai uraiannya sudah menjadi semacam monokritik terhadap Jokowi," kata Rizal Mallarangeng.

Sejatinya, lanjut Rizal Mallarangeng, akademisi yang menjadikan akal sehat sebagai konsep perjuangan harus menimbang fakta dan argumen, serta mengarahkan "pedangnya" kepada semua pihak di ruang publik, tanpa terkecuali. "Penguasa bisa benar, bisa salah, demikian pula kaum oposisi," ujar Rizal Mallarangeng.

Menurut Rizal Mallarangeng, Rocky Gerung seharusnya tidak membedakan Prabowo dan Jokowi, atau berlindung di balik argumen bahwa seorang akademisi harus selalu mengkritik kekuasaan.

"Dia memiliki bakat yang baik sebagai seorang pengkritik di luar sistem. Terus terang, agar berimbang dan tidak melulu mengulas soal Jokowi, saya sangat ingin mendengar bagaimana Rocky menjelaskan atau mengkritik apa yang ingin saya sebut sebagai 'Bowoisme'," katanya.

"Bowoisme adalah cara berpikir Prabowo dalam melihat situasi Indonesia. Paham ini sudah usang, sudah menjadi hantu masa lalu, yang kini terus dihidupkan oleh Prabowo. Bagaimana Rocky, dengan akal sehat, menimbang Bowoisme seperti itu? Kalau setia pada prinsipnya sendiri, seharusnya dia melihat kekeliruan yang begitu nyata dari ide usang seperti itu,” kata Rizal Mallarangeng.

Tulisan Rizal Mallarangeng yang berisi kritik kepada Rocky Gerung menjadi viral di media sosial. Belum sampai 24 jam, artikel itu dilihat lebih 60.000 orang dan dibagikan lebih dari 15.000 kali. "Dengan jadi viral berarti demokrasi berjalan dengan baik, lebih berisi, tidak melulu masalah remeh-temeh," kata Rizal Mallarangeng.

Apakah Rocky akan menanggapi tulisan tersebut? "Saya tidak yakin. Namun, kalau dia menulis balik, boleh juga. Polemik tertulis adalah metode kaum intelektual untuk bertukar pikiran. Kalau cuma talkshow, perdebatan biasanya hanya di kulitnya saja. Oke juga, tetapi kurang berisi,” jelas Rizal Mallarangeng.



CLOSE