Tak Etis Menyoal Keislaman Prabowo

Tak Etis Menyoal Keislaman Prabowo
Prabowo Subianto. ( Foto: Antara / Putra Haryo Kurniawan )
Carlos KY Paath / FER Selasa, 12 Februari 2019 | 15:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Keislaman calon presiden (capres) Prabowo Subianto kerap dipertanyakan sebagian kalangan, khususnya pendukung kubu Joko Widodo-Maruf Amin (Jokowi-Maruf). Hal ini dinilai tidak tepat dilakukan.

"Saya agak lucu ketika beberapa bulan lalu dalam grup WA (Whatsapp) ada tagar selalu bertanya #PrabowoJumatanDimana. Ini lucu, apalagi kalau dikaitkan dengan persoalan politik. Tidak etis bertanya seperti itu. Artinya, meragukan keislaman seseorang," kata Dai Nasional, Ustaz Fahmi Salim.

Fahmi mengungkapkan hal itu dalam Diskusi Publik Topic of the Week bertajuk "Jelang Pilpres, Jokowi Blunder dan Panik?" di Kantor Sekretariat Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Jakarta, Selasa (12/2).

Fahmi juga menyoroti adanya politisasi agama yang dilakukan kubu petahana. "Soal kesalehan spiritual yang itu sebenarnya sifatnya personal. Tapi dikapitalisasi, sengaja untuk dipolitisasi untuk kepentingan pencitraan politik. Banyak lagi soal politisasi ritual-ritual kesalehan sering beredar di media sosial," ujar Fahmi.

Fahmi menuturkan, penetapan Ma'ruf Amin yang juga ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ditujukan untuk menarik perhatian umat Islam. "Petahana mencoba mengambil suara pemilih muslim," kata Fahmi.

Lebih lanjut, Fahmi menambahkan, pihaknya juga menyesalkan terkait pernyataan salah satu menteri koordinator. "Ada juga menko yang menyinggung religiusitas seseorang. Ini kan sangat tidak etis dan justru menjadi blunder," tegas Fahmi.



Sumber: Suara Pembaruan