Karding: Salat Jumat Tak Perlu Sebar Brosur Ajak Massa

Karding: Salat Jumat Tak Perlu Sebar Brosur Ajak Massa
Salat berjamaah di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Semarang, 16 Mei 2018. ( Foto: Antara / Aditya Pradana Putra )
Markus Junianto Sihaloho / HA Kamis, 14 Februari 2019 | 16:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding, mengatakan pihaknya mendukung sikap takmir Masjid Agung Semarang yang melarang ada upaya politisasi masjid itu oleh kubu Prabowo Subianto.

“Masjid itu memang bukan tempat yang dibolehkan untuk berkampanye. Oleh karena itu sikap dan langkah takmir masjid itu sudah benar,” kata Karding, Kamis (14/2).

Menurut dia, siapa pun termasuk seorang calon presiden beribadah di masjid, tetapi tidak perlu menyebarkan brosur, pamflet, dan sejenisnya untuk mempengaruhi massa agar datang ke acara salat Jumat yang dihadiri capres itu.

“Dan saya kira, kita juga menahan diri -- sebagai tim sukses -- untuk taat aturan,” imbuh Karding.

“Jadi kita jangan mengganggu ketenangan, kekhusukan orang beribadah dengan kegiatan-kegiatan yang berbau atau dikelola secara politik atau berbau politis.”

Dia menduga bahwa tindakan kubu Prabowo-Sandi itu adalah sebuah pencitraan gara-gara beredarnya tagar di media sosial #PrabowoSalatdiMana. Apalagi ada pamflet dan brosur disebarkan untuk mengumumkan bahwa Prabowo akan salat di Mesjid Agung Semarang.

“Itu bisa dipastikan salah satunya bahwa untuk menunjukkan Prabowo sekarang salat Jumat gitu. Salat Jumatnya dipenuhi banyak orang. Prabowo bisa salat. Gitu lah kira-kira. Itu saya kira memang upaya untuk menjawab itu,” bebernya.

Sebelumnya, sejumlah media massa melaporkan bahwa Takmir Masjid Agung Semarang KH Hanief Ismail melarang adanya upaya politisasi salat Jumat di mesjid itu. Takmir keberatan dengan penyebaran pamfet untuk ajakan salat Jumat bersama Prabowo. Mereka keberatan salat dijadikan ajang kampanye atau dipolitisasi.