Di Hadapan Warga Blora, Prabowo Paparkan Strategi Naikkan Gaji Tentara, Polisi, Jaksa dan Hakim

Di Hadapan Warga Blora, Prabowo Paparkan Strategi Naikkan Gaji Tentara, Polisi, Jaksa dan Hakim
Capres nomor urut 01, Prabowo Subianto, saat berkampanye di Desa Slinga, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Rabu, 13 Februari 2019. ( Foto: Istimewa )
Hotman Siregar / MPA Kamis, 14 Februari 2019 | 16:55 WIB

Blora, Beritasatu.com - Setelah berkunjung di Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Banjarnegara, Calon Presiden nomer urut 02 Prabowo Subianto kembali melakukan aktivitasnya untuk menyapa masyarakat Jawa Tengah di Kabupaten Blora.

Di Kabupaten Blora, Prabowo disambut oleh ratusan tokoh agama, tokoh masyarakat dan para purnawirawan TNI Polri yang tergabung dalam Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR).

Dihadapan ratusan warga Blora, Capres yang berpasangan dengan Sandiaga Salahuddin Uno itu memaparkan strategi dan cara untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia khususnya para Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI, Polisi, Jaksa dan Hakim.

"Saya akan menjaga kekayaan bangsa Indonesia, dengan kekayaan itu kita bisa memperbaiki kehidupan bangsa Indonesia semuanya. Kita bisa perbaiki gaji-gaji pegawai negeri, gaji-gaji tentara, polisi, jaksa dan hakim," ungkap Prabowo saat bersilahturahmi dengan ratusan tokoh agama, masyarakat dan purnawirawan TNI Polri di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Kamis (14/2/19).

Prabowo menjelaskan, bahwa saat ini sudah banyak kebocoran anggaran negara yang hilang akibat maraknya praktik korupsi di lingkungan pemerintahan. Akibatnya, pembangunan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia belum dapat terwujud secara baik.

"Jika saya menerima mandat sebagai presiden maka saya tidak akan mengijinkan koruptor koruptor itu berada dalam pemerintahan Republik Indonesia," tegas Prabowo Subianto.

Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu juga menjaskan, dengan adanya penyelamatan sumber kekayaan negara dan dikelola dengan baik, maka kesejahteraan rakyat Indonesia dapat terwujud dengan baik. Namun, jika kesejahteraan dan kehidupan rakyat Indonesia serta perangkat pemerintahan telah membaik tetapi masih melakukan praktik korupsi maka ia akan memberikan saksi hukum yang tegas.

"Jika kesejahteraan telah tercipta maka jangan sampai hakim-hakim kita bisa di sogok, tapi kalau masih ada pejabat yang menerima sogokan maka kami akan hukum kau seberat beratnya," tandas Prabowo.