KPU Umumkan 32 Nama Tambahan Caleg Eks Koruptor

KPU Umumkan 32 Nama Tambahan Caleg Eks Koruptor
Arief Budiman. ( Foto: Antara )
Yustinus Paat / CAH Selasa, 19 Februari 2019 | 13:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan 32 nama tambahan caleg mantan narapidana korupsi di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta, pada Selasa (19/2). Dengan adanya tambahan ini, maka total jumlah caleg eks koruptor sebanyak 81 orang karena sebelumnya KPU telah mengumumkan 49 nama eks koruptor.

“Komisi Pemilihan Umum kembali mengumumkan 32 nama calon legislatif dengan status mantan terpidana korupsi. KPU Provinsi, Kabupaten/Kota sudah melakukan penelusuran dan datanya sudah terverifikasi dan kemudian kami bisa menyampaikannya secara rinci," ujar Ketua KPU, Arief Budiman dalam konferensi pers di Kantor KPU.

Arief mengatakan nama tambahan caleg eks koruptor tersebut merupakan hasil merupakan hasil rekapitulasi selama 19 hari, yakni sejak akhir Januari hingga saat ini. KPU, kata Arief, sebelumnya telah mengumumkan 40 nama caleg DPRD eks koruptor dan 9 caleg DPD eks koruptor. "Sehingga data yang kami umumkan hari ini adalah data yang paling update," tegas Arief Budiman.

Sementara itu, Komisioner KPU, Ilham Saputra, mengatakan, dari 32 tambahan nama caleg koruptor, terdapat tujuh caleg DPRD provinsi dan 25 caleg DPRD kabupaten/kota. Sehingga total untuk caleg DPRD Provinsi dan DPRD Kabupate/Kota adalah 72 orang.

"Total tambahan nama caleg mantan narapidana korupsi sebanyak 32 orang. Sementara sebelumnya kami sudah mengumumkan ada 40 caleg DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota yang merupakan mantan narapidana korupsi. Sehingga jumlah total caleg mantan narapidana korupsi hingga hari ini sebanyak 72 orang," ungkap Ilham Saputra.

Ilham lantas merinci daftar tambahan caleg koruptor terdiri dari 9 orang caleg DPD, 23 orang caleg DPRD provinsi, dan 49 orang caleg DPRD kabupaten/kota. Menurut Ilham, tidak ada penambahan nama caleg DPD yang eks koruptor.

"Maka, secara total ada 81 mantan narapidana kasus korupsi dalam DCT Pemilu 2019. Terdiri dari 9 calon anggota DPD dan 72 caleg DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota," pungkas Ilham Saputra.

Dari data tersebut tercatat Partai Hanura menjadi parpol partai dengan jumlah caleg mantan koruptor terbanyak, yakni 11 orang. Disusul Partai Golkar dan Partai Demokrat dengan masing-masing 10 orang. Kemudian ada Partai Berkarya dengan 7 orang, Partai Gerindra 6 orang, PAN 6 orang, Partai Perindo 4 orang, PKPI 4 orang, PBB 3 orang, dan PPP 3 orang. Lalu ada PKB 2 orang, PDIP 2 orang, Partai Garuda 2 orang, PKS 2 orang.



Sumber: BeritaSatu.com