KPK Imbau Masyarakat Bijak Tak Pilih Caleg Eks Koruptor

KPK Imbau Masyarakat Bijak Tak Pilih Caleg Eks Koruptor
Febri Diansyah. ( Foto: Antara )
Fana Suparman / CAH Rabu, 20 Februari 2019 | 08:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambut baik langkah Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang mengumumkan tambahan 32 nama-nama caleg mantan narapidana kasus korupsi yang berlaga di Pileg 2019. KPK berharap pengumuman 32 nama tambahan caleg eks koruptor ini menjadi referensi dan pertimbangan masyarakat pemilih untuk menentukan pilihan mereka pada Pileg 2019.

"Yang paling penting adalah imbauan membangun kesadaran kita semua termasuk kita yang ada di sini sebagai pemilih ya masyarakat sebagai pemilih agar benar-benar memperhatikan siapa yang hendak dipilih," kata Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (19/2/2019) malam.

Sebelumnya, KPU sudah mengumumkan 49 caleg eks koruptor. Dengan demikian total terdapat 81 caleg, baik DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, maupun DPD yang mantan napi koruptor.

Baca Juga: Data Caleg Eks Koruptor: Hanura Terbanyak, Nasdem dan PSI Bersih

Febri Diansyah berharap para pemilih memilih calon wakil rakyat yang tidak memiliki rekam jejak atau terkait dengan kasus korupsi. Ditegaskan, suara yang diberikan pemilih menentukan masa depan Indonesia.

"Karena orang yang akan wakili kita di DPR, DPRD, DPD kalau hanya memilih berdasar uang yang diberikan maka artinya pemilih juga berkontribusi untuk tidak mewujudkan Indonesia lebih baik ke depan. Jadi kita perlu hati-hati memilih dan pilihlah orang yang punya rekam jejak dan tidak terkait korupsi," harap Febri Diansyah.

Baca JugaKPU: Caleg Eks Koruptor Tidak Akan Ditempel di TPS

Febri Diansyah mengaku, dalam diskusi dengan KPU, KPK menekankan pentingnya masyarakat selaku calon pemilih untuk mendapatkan informasi yang cukup dalam menentukan pilihannya, termasuk mengenai caleg-caleg yang merupakan mantan koruptor. Hal ini penting untuk mewujudkan Pemilu yang berintegritas.

"KPK ketika ditanya KPU sempat menyatakan bahwa untuk mewujudkan proses pemilu integritas, agar masyarakat punya amunisi yang lebih informasi yang lebih untuk menyaring dan memilih calon," Febry Diansyah.



Sumber: Suara Pembaruan