Soal Puisi Neno, Sekjen Samawi: Tuhan Kok Diancam

Soal Puisi Neno, Sekjen Samawi: Tuhan Kok Diancam
Sekretaris Jenderal Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi), Aminuddin Maruf saat diwawancara wartawan di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (16/2) ( Foto: istimewa )
Carlos KY Paath / JAS Sabtu, 23 Februari 2019 | 09:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi), Aminuddin Maruf menyesalkan puisi dari Neno Warisman. Menurut Aminuddin, puisi Neno seperti mengancam Tuhan.

“Kita bisa menilai. Bagaimana puisi yang diucapkan Neno Warisman, seolah-olah mengancam Tuhan. Tuhan kok diancam,” kata Aminuddin dalam keterangannya sebagaimana diterima Beritasatu.com, Sabtu (23/2).

Seperti diketahui, Neno membaca puisi saat acara Munajat 212 di Lapangan Monas, Jakarta, Kamis (21/2). Sepenggal puisi Neno tersebut berbunyi: “Karena jika Engkau tidak menangkan, kami khawatir ya Allah, kami khawatir ya Allah, tak ada lagi yang menyembah-Mu”.

Aminuddin lantas membandingkan Munajat 212 dengan kegiatan istigasah dalam rangka Hari Lahir ke-73 Muslimat Nahdlatul Ulama di Stadion GBK, Jakarta, beberapa waktu lalu. Menurut Aminuddin, doa yang dipanjatkan sangat berbeda.

“Kalau murni acara istigasah dan doa bersama untuk bangsa ya sudah berdoa saja tidak menyinggung kemenangan pasangan A atau pasangan B,” ucap Aminuddin. Aminuddin menyebut, Munajat 212 bentuk kebuntuan strategi tim kampanye Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Aminuddin menambahkan, Munajat 212 bisa dianggap kampanye terselubung. “Kampanye terselubung berbalut munajat dan doa. Mereka sudah enggak menemukan lagi cara kampanye selain menggunakan merek 212,” imbuh Aminuddin. 



Sumber: Suara Pembaruan