Puisi Neno, Ngabalin: Ini Penistaaan Agama

Puisi Neno, Ngabalin: Ini Penistaaan Agama
Ali Mochtar Ngabalin ( Foto: Antara/Rosa Panggabean )
Yustinus Paat / YUD Minggu, 24 Februari 2019 | 18:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Staf Khusus Presiden Ali Muchtar Ngabalin mengkritik puisi yang dibacakan oleh inisiator gerakan #2019Ganti Presiden Neno Warisman di acara Munajat 212 di Monas, Jakarta, Kamis (21/2/2019) malam. Menurut Ngabalin, apa yang disampaikan Neno sudah termasuk penistaan agama.

"Ini penistaan yang sebenarnya,” ujar Ngabalin saat menghadari Deklarasi Dukung #01 Presiden Jokowi oleh Alumni SMPN 12 Jakarta, di Balai Sarwono, Jakarta, Minggu (24/2/2019).

Pada acara Munajat 212, Neno Warisman membawa puisi yang menjadi sorotan publik karena beberapa bagian dari puisi tersebut seakan-akan mengancam Tuhan jika Jokowi-Ma’ruf Amin menang Pilpres 2019. Puisi ini pun menjadi sorotan publik dan menjadi viral.

"Jangan serahkan kami kepada mereka yang tak memiliki kasih sayang kepada kami dan anak cucu kami.‎ Jangan tinggalkan kami dan menangkan kami. Jika engkau tidak menangkan, kami khawatir Ya Allah, kami khawatir tak ada lagi yang menyembahmu," bunyi puisi yang dibacakan Neno Warisman.

Menurut Ngabalin, penggunaan ayat-ayat suci Alquran yang dilakukan oleh tim sukses pasangan Prabowo-Sandi sudah sangat keterlaluan dan tidak pada konteksnya. Dia menegaskan doa yang dibacakan Neno konteks Perang Badar, tetapi dipotong-potonng demi kepentingan politik.

“Masa ada doa yang menyatakan ‘kalau tidak memenangkan kubu sebelah, tidak ada lagi yang menyembah Allah SWT'. Ini kan doa Perang Badar masa dipotong-potong untuk kepentingan politik,” tegas Ngabalin.

Ngabalin melanjutkan, pembohongan publik yang dilakukan oleh kubu 02 jelas sudah melanggar etika kampanye politik. Pasalnya, politik sebenarnya tujuannya mulia, untuk kepentingan publik atau rakyat.

"Karena mobilisasi yang dilakukan (kubu 02) bertujuan untuk konfrontasi bukan bertujuan damai,” kata Ngabalin.

Diketahui, Ngabalin bersama anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Sidarto Danusubroto menghadiri acara Deklarasi Dukung #01 Presiden Jokowi oleh Alumni SMPN 12 Jakarta, di Balai Sarwono, Jakarta, Minggu (24/2).

Deklarasi tersebut dihadiri oleh 300 alumni SMPN 12 Jakarta. Dengan adanya deklarasi ini menunjukkan tidak semua alumni SMPN 12 Jakarta mendukung Sandiaga Uno, yang merupakan alumnus SMPN 12 Jakarta. 



Sumber: BeritaSatu.com