Jelang Pemilu, Masyarakat Diajak Berkampanye Positif

Jelang Pemilu, Masyarakat Diajak Berkampanye Positif
Ilustrasi Pemilu Legislatif 2019. ( Foto: Antara )
Yeremia Sukoyo / WBP Sabtu, 9 Maret 2019 | 10:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menjelang puncak Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, kampanye hitam dan fitnah secara masif diduga terus dilakukan di daerah. Masifnya kampanye hitam yang ditujukan kepada pasangan nomor urut 01 bahkan memaksa Tim Kampanye Nasional (TKN) berkeliling ke daerah-daerah.

Ketua Umum Arus Baru Indonesia (Arbi) Lukmanul Hakim, mengajak semua pihak mengutamakan pentingnya berkampanye secara sehat dan gembira. Bukan sebaliknya diisi fitnah dan kebencian.

Menurut Lukmanul Hakim, pesta lima tahunan seperti sekarang ini sama sekali tidak perlu diisi dengan hal-hal menakutkan seperti isu politik identitas, komunis, hingga persoalan agama.

"Pemilu ini kegiatan rutin lima tahunan. Tidak perlu menampilkan sesuatu yang menyeramkan. Bikin hoax yang malah memecah belah bangsa dan lain sebagainya. Ayo kita lakukan dengan hal positif seperti adu program dan gagasan," kata Lukmanul Hakim, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (9/3/2019).

Lukmanul Hakim mengakui, saat ini kampanye hitam banyak ditemukan di daerah-daerah. Dalam kunjungannya ke Aceh, dirinya pun mendapati kondisi yang sama dan berupaya menangkal serangan tersebut.

Dalam kampanye tersebut, didampingi Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Hasto Kristiyanto dan perwakilan Baitul Muslimin, Zuhairi Misrawi. Sedangkan dari Kabupaten Pidie dihadiri pimpinan dari 25 pondok pesantren atau dayah.

Dalam kesempatan itu Lukmanul Hakim mengaku mendapat tugas khusus cawapres KH Maruf Amin, untuk menangkal hoax sekaligus memaparkan program-program paslon 01. Lukmanul mengajak masyarakat untuk berkampanye secara positif. Pemaparan program jauh lebih penting ketimbang menebar fitnah dan hoax yang dampaknya sangat tidak baik.

Khusus di Aceh, Lukmanul Hakim berkomunikasi dengan Ketua TKD Provinsi Aceh Irwansyah alias Tengku Muksalina. Selama empat tahun menjabat, perhatian Jokowi terhadap daerah Serambi Mekah begitu besar. Tak kurang dikucurkan dana Rp 80 triliun untuk pembangunan infrastruktur.



Sumber: Suara Pembaruan