KPU Ingatkan Andi Arief Tak Sebar Hoax Pemilu

KPU Ingatkan Andi Arief Tak Sebar Hoax Pemilu
Mantan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief, saat akan menjalani proses rehabilitasi di Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN), Cawang, Jakarta, Rabu 6 Maret 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao / SP/Joanito De Saojoao )
Yustinus Paat / HA Selasa, 12 Maret 2019 | 04:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Viryan, mengingatkan semua pihak sebaiknya tidak semena-mena menyebarkan berita bohong (hoax) soal pemilu. Termasuk, kata Viryan, kepada Andi Arief yang ikut menyebarkan foto pengiriman surat suara ke Kulonprogo -- yang dituding dibawa dari Tiongkok.

Viryan mengatakan KPU mengapresiasi partisipasi masyarakat untuk terlibat dalam proses pemilu termasuk melaporkan temuan-temuan yang dinilai janggal.

"Siapapun juga, bukan hanya Pak Andi Arief. Siapapun juga warga negara Indonesia, kan punya kesempatan berpartisipasi dalam pemilu. Kami berterimakasih kalau ada masukan soal pemilu. Tapi sebaiknya masukan itu disampaikan langsung kepada kita, kan peserta pemilu biasa bertemu dengan kami," ujar Viryan di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (11/3).

Viryan menyarankan jika ada hal-hal yang belum jelas seperti kecurigaan kepada hal-hal yang masih simpang siur, maka segera mengkomunikasikan dengan KPU. Jika langsung diunggah ke media sosial, KPU khawatir hal itu bisa menimbulkan salah pengertian di kalangan masyarakat.

"Kalau disebarkan kan belum tentu jelas. Dosa loh menyebarkan hal yang belum jelas. Biarkan publik akan menilai siapa dari masing-masing pihak. Orang itu kan sekarang akan dilihat dari postingannya," tambah Viryan.

Sebelumnya, Andi Arief mengunggah foto truk beraksara asing dengan stiker KPU di Twitternya. Truk tersebut dikawal oleh polisi dan berisikan surat suara. Tampak seorang wanita berjilbab di dekat truk tersebut yang telah diklarifikasi KPU sebagai Ketua KPU Kulonprogo Mutiah.

Melalui twitter tersebut, Andi Arief menyampaikan pernyataan. "Ini sudah dilaporkan ke KPU melalui seorang wartawan. KPU meminta membantu mencari data tentang ini, kapan dan dimana. Tugas KPU dan kita semua mencari kebenaran," tulis Andi dalam akun Twitter resminya.

Foto itu memang viral di media sosial dengan narasi pengiriman surat suara dari Tiongkok. Tulisan pada dinding kontainer itu adalah huruf kanji Jepang, bukan Tiongkok, dan banyak truk dari perusahaan yang sama yang sudah lama beroperasi di Indonesia.



Sumber: BeritaSatu.com