Masyarakat Diminta Kenali Latar Belakang Caleg Sebelum Memilih

Masyarakat Diminta Kenali Latar Belakang Caleg Sebelum Memilih
Ilustrasi Pemilu Legislatif 2019. ( Foto: BeritaSatu Photo )
Fana Suparman / WBP Selasa, 12 Maret 2019 | 18:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019 merupakan salah satu sistem pemilihan umum yang terumit di dunia. Dalam pemilu yang digelar pada 17 April 2019 mendatang, masyarakat dihadapkan pada lima kertas yakni untuk presiden, DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota.

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Almas Sjafrina mengakui, dalam Pemilu 2019, masyarakat akan lebih membutuhkan resensi terkait latar belakang calon legislatif (caleg). Mengenali dengan cermat rekam jejak caleg akan meminimalisir potensi salah pilih dari masyarakat. "Penentuan pilihan sebaiknya mempertimbangkan visi, misi dan rekam jejak caleg yang bersangkutan," kata Almas Sjafrina dalam diskusi "Bongkar Rekam Jejak Caleg Sebelum Memilih", di Kantor ICW, Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Di dalam Pemilu 2019, kertas suara pemilu presiden akan lebih sederhana dan dimengerti publik karena hanya ada dua pasang calon, yaitu Joko Widodo-Ma‘ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Namun di pemilu legislatif, akan ada 16 nama partai politik (untuk DPRD Aceh akan ada 20 partai politik). Tidak hanya itu, dalam tiap surat suara akan ada tiga hingga 12 nama caleg pada tiap-tiap partai politik. Atas kondisi ini, masyarakat pemilih dikhawatirkan akan bingung memilih caleg ketika berhadapan dengan kertas suara.

Menurut Almas Sjafrina, dalam Pemilu 2019 penting bagi masyarakat untuk mengenali caleg yang akan dipilihnya. Terlebih, nama-nama wakil rakyat akan menduduki kursi legislatif selama lima tahun ke depan.

Peneliti Perludem Mahardika, menjelaskan, majunya era teknologi dan keterbukaan informasi pada dasarnya mempermudah pemilih dalam mencari tahu rekam jejak caleg. Selama ini memang sudah banyak sumber informasi yang dapat ditelusuri pemilih. Misalnya, melalui web KPU untuk melihat riwayat hidup caleg. Termasuk webs DPR RI dan DPRD untuk melihat kinerja lembaga legislatif, putusan tindak pidana korupsi, pemberitaan-pemberitaan di media, dan sumber-sumber lainnya. "Untuk mempermudah masyarakat mencari tahu latar belakang caleg, kami juga sudah membuka web yang bisa diakses masyarakat luas," kata Mahardika.

Kebutuhan informasi mengenai caleg pun sudah menjadi latar belakang sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan pemerhati pemilu, untuk menyediakan informasi caleg bagi pemilih.

Ditambah lagi, informasi dan perbincangan seputar pemilu presiden lebih mendominasi dan menenggelamkan perhatian publik terhadap caleg. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dan keterbukaan informasi, saat ini sudah terbentuk sejumlah portal informasi yang salah satu tujuan utamanya adalah membantu pemilih mengenal lebih jauh caleg pemilu 2019.

Untuk membantu masyarakat mengenali caleg yang akan dipilih, dari ICW sendiri telah meluncurkan portal Rekamjejak.net. Di dalam situs tersebut, ICW menyediakan informasi mengenai politik, bisnis, dan jejak kasus anggota DPR periode 2014-2019.

Sedangkan Perludem mengembangkan portal Pintarmemilih.id yang menyediakan seputar data dan informasi Pemilu 2019. Terutama data daerah pemilihan, profil partai, profil caleg, profil capres, dan lain sebagainya. Tidak hanya itu, sejumlah LSM telah meluncurkan situs yang bisa diakses untuk digunakan masyarakat dalam menelusuri latar belakang Caleg. Diantaranya WikiDPR.org, Jariungu.com, hingga IklanCapres.id.



Sumber: Suara Pembaruan