Sekjen PDIP: Semangat Kerja Jokowi untuk Prestasi dan Nama Bangsa

Sekjen PDIP: Semangat Kerja Jokowi untuk Prestasi dan Nama Bangsa
Hasto Kristiyanto. ( Foto: Antara )
Carlos KY Paath / AO Selasa, 12 Maret 2019 | 23:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengapresiasi keberhasilan dua diplomasi internasional Indonesia. Pertama, keberhasilan pasangan ganda putra bulutangkis Indonesia Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan (Hendra/Ahsan) yang menyabet juara ganda putra di turnamen All England.

Kedua, bebasnya warga negara Indonesia (WNI) Siti Aisyah dari dakwaan pembunuhan berencana terhadap Kim Jong Nam. Menurut Hasto, dua keberhasilan diplomasi tersebut adalah energi positif bagi bangsa Indonesia. Diplomasi olahraga, lanjut Hasto, hadir melalui kerja keras, pantang menyerah, menampilkan ketahanan begitu tinggi, sehingga berujung prestasi.

Sementara, diplomasi politik luar negeri melalui lobi, pembicaraan tingkat tinggi, dilakukan atas dasar persahabatan bangsa serumpun dan sikap saling menghormati antara RI dan Malaysia. “Dua prestasi diplomasi itu kian menegaskan bahwa demi nama Indonesia, demi rasa cinta terhadap tanah air, dan demi kepentingan nasional kita, maka berbagai prestasi bisa dibangun,” kata Hasto.

Hal itu disampaikan Hasto dalam keterangan seperti diterima Beritasatu.com di Jakarta, Selasa (12/3/2019). “Prestasi inilah yang menjadi semangat dari kepemimpinan Presiden Joko Widodo, yaitu kerja untuk berprestasi dan berbakti untuk negeri,” ujar Hasto.

Sukses Hendra/Ahsan, masih kata Hasto, kian menegaskan bahwa dalam suasana batin yang baik, serta didukung budaya jujur, lewat sistem permainan yang jujur, akan bermuara pada sebuah prestasi mendunia.

Sedangkan, diplomasi-diplomasi politik secara santun, menurut Hasto, termasuk kerjasama kuat pemerintah melalui Kedutaan Besar RI di Malaysia, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum dan HAM untuk membebaskan Siti, berdampak positif bagi kepemimpinan Jokowi di masyarakat internasional.



Sumber: Suara Pembaruan