BSSN: Peretas dari Tiongkok dan Rusia Coba Ganggu Laman KPU

BSSN: Peretas dari Tiongkok dan Rusia Coba Ganggu Laman KPU
Ilustrasi hacker ( Foto: Istimewa )
Yeremia Sukoyo / YS Jumat, 15 Maret 2019 | 13:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menjelang puncak Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 17 April 2019 mendatang, sejumlah hacker atau peretas terus mencoba untuk meretas situs atau laman resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Upaya peretasan tidak hanya dilakukan oleh domain IP (Internet Protocol) dalam negeri, namun juga dari luar negeri seperti dari Tiongkok dan Rusia.

Menyikapi kondisi ini, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengaku sudah memberikan sejumlah rekomendasi. Penyampaian rekomendasi kepada KPU dilakukan agar peretas jangan sampai berhasil masuk ke dalam situs penyelenggara Pemilu.

"BSSN memberikan rekomendasi terkait tindakan-tindakan yang harus dilakukan KPU. Kami punya satgas khusus yang menyampaikan keretakan sistem dan potensi ancaman informasi dan teknologi (IT) KPU," kata Direktur Deteksi Ancaman pada Deputi I BSSN Sulistyo di Kantor BSSN, Jakarta Selatan, Jumat (15/3/2019).

Mengenai upaya mengatasi ancaman siber, seperti indikasi peretasan laman KPU, pada prinsipnya BSSN tetap berkoordinasi untuk menjaga keamanan siber, termasuk dengan sejumlah kementerian/lembaga terkait termasuk dengan kepolisian.

Sekretaris Utama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Syahrul Mubarak menjelaskan, karena KPU merupakan lembaga negara yang independen, BSSN hanya menjaga di luar dari sistem yang dimiliki KPU. Artinya, BSSN hanya berjaga untuk mengantisipasi serangan-serangan sistem di luar server KPU.

"Kita tahu KPU adalah penyelenggara pemilu yang independen. Kita sudah membentuk tim task force untuk pengamanan IT. Jika KPU adalah rumah, kami berjaga di luar rumah itu," kata Syahrul. 



Sumber: Suara Pembaruan