Visi Ma'ruf Soal Kesehatan Dinilai Lebih Realistis Dibanding Sandiaga

Visi Ma'ruf Soal Kesehatan Dinilai Lebih Realistis Dibanding Sandiaga
Cawapres nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin (tengah). ( Foto: Beritasatu Photo / Markus Sihaloho )
Hendro D Situmorang / AMA Selasa, 19 Maret 2019 | 11:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Profesor Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI), Hasbullah Thabrany, memuji visi Kiai Ma'ruf Amin di bidang kesehatan. Menurut pakar asuransi kesehatan dan jaminan sosial itu, apa yang diutarakan calon wakil presiden nomor urut 01 itu jauh lebih realistis dan relevan ketimbang calon penantangnya, Sandiaga Uno.

Hasbullah menilai, Kiai Ma'ruf mampu dengan jeli membaca bahwa kesehatan anak dan ibu adalah fondasi utama untuk menatap masa depan Indonesia. Visi yang kuat mengenai kesehatan anak dan ibu dinilai akan memengaruhi kualitas negara yang bertekad menjadi negara maju pada 2045.

"Pak Ma'ruf yang jelas pertama-tama mau berinvestasi untuk generasi yang akan datang. Ibu hamil, kandungan, dan balita gizinya diperbaiki. Ini sangat penting karena anak yang lahir saat ini pada 2045 akan memasuki usia kerja. Jika mendapat gizi yang bagus, maka mereka akan cerdas," ujar Hasbullah pada keterangan tertulisanya yang diterima Beritasatu.com di Jakarta Selasa (19/3/2019).

Jika mayoritas angkatan kerja cerdas, maka hal itu akan berpengaruh pada kualitas sumber daya manusia. Di sisi lain, kualitas sumber daya manusia adalah syarat sebuah negara untuk bisa tumbuh sebagai negara maju. Dengan mempersiapkan gizi sejak dini, Kiai Ma'ruf dinilai memiliki visi panjang untuk mengangkat kualitas sumber daya Indonesia untuk menjadi generasi emas di 2045.

"Persiapan generasi emas 2045 harus dimulai sekarang. Dalam debat kemarin, Pak Ma'ruf menunjukkan visinya yang jauh lebih maju kedepan," puji Hasbullah.

Jebolan dari University of California di Berkeley, Amerika Serikat, itu pun membandingkan kualitas Kiai Ma'ruf dan Sandiaga dalam debat, akhir pekan lalu. Jika disuruh memilih, Hasbullah menilai pandangan Kiai Ma'ruf lebih bisa diterima dari sisi akademis.

Dia menilai, performa Ma'ruf di luar dugaan. Sebab dia mampu menyajikan data yang bisa diuji secara akademik. "Kalau menurut saya (performa Kiai Ma'ruf) di luar dugaan. Ternyata beliau menguasai data-data jauh lebih bagus malah," ungkap Hasbullah.



Sumber: Suara Pembaruan