Erwin Aksa Mundur Bukti Soliditas Golkar Menangkan Jokowi

Erwin Aksa Mundur Bukti Soliditas Golkar Menangkan Jokowi
Erwin Aksa. ( Foto: Primus Dorimulu/ Beritasatu.com )
Hendro D Situmorang / AMA Selasa, 19 Maret 2019 | 12:45 WIB

Jakarta Beritasatu.com - Mundurnya Erwin Aksa dari Partai Golkar menunjukkan soliditas partai berlambang pohon beringin itu dalam mendukung Joko Widodo (Jokowi) sebagai Presiden Indonesia periode 2019-2024. Mundurnya Erwin sekaligus bentuk pernyataan tegas Golkar bahwa partai itu hanya fokus dan selalu habis-habisan dalam barisan koalisi pengusung Jokowi.

Politikus Golkar yang juga juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN ) Jokowi-Ma'ruf Amin, Meutya Hafid mengatakan, pihaknya menghormati pilihan pribadi Erwin yang mundur dari partai. Menurutnya, Partai Golkar memang sangat solid dan mantab dalam mengusung Jokowi. Semangat itu menjadi spirit dari seluruh kader Golkar dari tingkatan pusat dan daerah.

"Kami menghormati pilihan Erwin Aksa untuk mundur. Langkah ini sekaligus jadi bukti bahwa Golkar semakin solid dalam mengusung Jokowi. Sebab dari pusat hingga ranting di daerah, semua ada dalam satu visi dan garis perjuangan yang sama untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf," jelas Meutya Hafid dala keterangan tertulisnya yang diterima Beritasatu.com di Jakarta Selasa (19/3/2019).

Dalam alam demokrasi, lanjut Meutya Hafid, memang tak tertutup ada pandangan yang berbeda. Namun di Golkar, visi telah menjadi satu kesatuan yang mengikat setiap langkah kader. Hal itu pula disadari Erwin sehingga dengan jiwa besar dirinya mengaku bukan lagi bagian dari Golkar.

"Sebab Golkar memang kadernya solid pada satu kesatuan visi dan semangat untuk memenangkan Jokowi. Golkar Jokowi!" kata Meutya Hafid menegaskan.

Menurut Meutya Hafid, fokus dan perhatian Partai Golkar semakin mantab menjelang 17 April 2019. Fokus itu yakni sukses pemilu legislatif dan pemilu presiden. Golkar lantas mengajak seluruh pihak, terutama kubu oposisi, untuk bertarung dengan cara yang bermartabat. Menurutnya, sekalipun berbeda pilihan tetapi nilai persatuan, persahabatan, dan kejujuran mesti menjadi dasar setiap perjuangan.

"Ini yang selalu kami, Golkar maupun koalisi pendukung Jokowi, terapkan. Berbeda pilihan politik bukan jadi alasan kita untuk menggunakan segala macam cara. Berbeda bukan berarti bermusuhan," ujar Meutya Hafid.

Meski sudah mundur, Golkar tetap menilai Erwin Aksa sebagai sahabat partai. Menurut Metya, Erwin merupakan sahabat sekaligus mitra yang sehat dalam persaingan Pilpres 2019. "Berbeda pilihan tapi tetap bersahabat," tutup mantan jurnalis itu.



Sumber: Suara Pembaruan