LSI Prediksi Golput Meningkat di Pemilu 2019

LSI Prediksi Golput Meningkat di Pemilu 2019
Ilustrasi surat suara. ( Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao )
Hotman Siregar / FMB Selasa, 19 Maret 2019 | 16:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA pada 25 Februari 2019 menunjukkan bahwa angka golput akan meningkat pada Pemilu 2019 dibanding Pemilu sebelumnya. Pemilih yang mengetahui pelaksanaan pilpres akan dilaksanakan pada bulan April 2019 hanya sebesar 65,2 persen.

Peneliti LSI Denny JA Ikrama Masloman mengetakan, prediksi naiknya angka golput itu berdasarkan hasil survei LSI yang dilakukan akhir Februari lalu.

"Saya prediksi minimnya pengetahuan masyarakat akan informasi waktu pelaksanaan pencoblosan sangat mempengaruhi besar-kecilnya golput," ujar Ikrama dalam konferensi pers di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (19/3/2019).

Jika ditotal secara populasi, hanya 49,4 persen dari pemilih Indonesia yang terinformasi dan menjawab dengan benar bahwa pelaksanaan pilpres dan pileg dilangsungkan pada tanggal 17 April 2019.

Minimnya informasi masyarakat akan hari pencoblosan menjadi salah satu alasan meningkatnya angka golput. Selain itu menguatnya sentimen politik identitas dan hoaks diprediksi semakin menambah angka golput dalam Pilpres 2019.

"Pemilih jenuh akan polarisasi yang terjadi, sehingga kecenderungan golput semakin tinggi," kata Ikrama.

Penelitian ini menggunakan metode multistage random sampling, dengan melibatkan 1.200 responden. Proses pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka dan menggunakan kuesioner.

Adapun, margin of error dalam penelitian ini lebih kurang 2,9 persen. Peneliti menggunakan dana corporate social responsibility (CSR) internal dalam penelitian. Sementara sumber dana tersebut berasal dari keuntungan jasa konsultan yang dilakukan di bidang politik.



Sumber: Suara Pembaruan