Maruarar Sirait Berharap Fadli Zon dan Fahri Hamzah Masuk Kabinet Jokowi

Maruarar Sirait Berharap Fadli Zon dan Fahri Hamzah Masuk Kabinet Jokowi
Maruarar Sirait (tengah) bersama Fadli Zon (kiri). ( Foto: Suara Pembaruan / Hotman Siregar )
Hotman Siregar / AMA Kamis, 21 Maret 2019 | 20:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Influencer Tim Kampanye Nasional (TKN) calon presisden nomor urut 01, Maruarar Sirait meyakini Joko Widodo (Jokowi) akan kembali memenangi pertarungan Pilpres 17 April 2019 mendatang. Dia pun berharap politisi Partai Gerindra Fadli Zon dan Fahri Hamzah masuk dalam kabinet mendatang.

"Saya berharap dan berdoa Jokowi menang. Kalau bisa Fadli Zon jadi menterinya Jokowi, Fahri Hamzah jadi menterinya Jokowi, itu harapan saya," ujar Maruarar Sirait yang disambut tepuk tangan puluhan wartawan yang meliput acara diskusi yang digelar di kompleks parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Fadli Zon pun langsung menyahut perkataan Maruarar. "Kalau pak Ara jadi apa? Tanya Fadli Zon. "Saya temannya Pak Fadli Zon saja. Yang penting pak Jokowi Presidennya," sahut Ara, sapaan Maruarar Sirait.

Ara mengakui, sejak 2013, Jokowi dan Prabowo menjadi corong politik Indonesia. Saat Jokowi memenangi Pilpres 2014, Prabowo menunjukkan kenegarawanannya dengan terus menjalin komunikasi yang baik dengan Presiden Jokowi. Sebaliknya Jokowi juga melakukan hal serupa.

"Memang politik Indonesia ini yang paling kuat dua orang ini. Itu suka atau tidak suka itulah kenyataannya. Faktanya seperti itu. Mereka ini kalau di ujung bisa bersatu, mereka tunjukkan lima tahun ini. Bagaimana negarawan dan politisi negarawan berkomunikasi saling mengunjungi, naik kuda, makan ini, makan segala macam, komunikasi. Saya pikir bagus sekali," ujar anggota Komisi XI DPR RI itu.

Ara sendiri juga mengaku pernah sama-sama bersaing dengan Fadli Zon, tetapi sesudahnya tetap berteman. "Semangat kita bersatu sesudah ini, harus lebih kuat daripada semangat persaingan kita. Saya pikir itu kita tanamkan, semangat kita untuk bersaudara lebih kuat daripada kita untuk strategi, berkampanye untuk bisa memenangkan apa yang kita yakini," tuturnya.

Diakui Ara, masing-masing kubu capres punya strategi dalam memenangkan jagoannya. Namun yang paling penting menghormati siapa yang menang atau kalah.

"Saya pikir, saling menghargai itu yang Indonesia kita bangun, sebagai politisi muda Jokowi dan Fadli politisi muda. Prabowo sudah kasih contoh itu. Ada waktu nanti era Fadli dan saya. Kita sudah punya role model yang baik, tahu waktunya bersaing dan waktunya bersatu," katanya.

Sementara terkait dengan perbedaan hasil survei belakangan ini, Maruarar mengatakan, survei adalah potret waktu itu. Hasil survei juga bisa berubah. "Soal percaya atau tidak (hasil survei) maka setuju saya soal rekam jejak lembaga survei. Saya kira kredibilitas lembaga survei itu bisa dilihat selama ini," katanya.

Politisi PDI Perjuangan itu selalu menyampaikan agar pendukung Jokowi latihan sabar. "Dulu kita waktu jadi oposisi kita banyak mengkritik, sekarang kita jadi pemerintah ya sabarlah," ucapnya.



Sumber: Suara Pembaruan