NIRC: PDIP dan Gerindra Juara

NIRC: PDIP dan Gerindra Juara
Ilustrasi pemungutan suara. ( Foto: Antara )
Yustinus Paat / YS Kamis, 21 Maret 2019 | 20:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemilu pada 17 April 2019 akan berlangsung serentak antara pemilihan anggota legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres). Dengan mengerucutnya figur Jokowi dan Prabowo, diprediksi dua partai politik (parpol) utama pengusung calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) akan menuai coattail effect atau efek ekor jas. 

Temuan hasil survei New Indonesia Research & Consulting (NIRC) menunjukkan, PDIP dan Gerindra naik signifikan dibandingkan Pileg 2014 yang belum berjalan secara serentak. PDIP meraih elektabilitas 26,2 persen, naik dari sebelumnya kurang dari 20 persen. Gerindra dengan elektabilitas 14,1 persen kini menempati posisi kedua.

“Sementara itu yang belum menentukan pilihan makin mendekati satu digit, hanya tinggal 10,3 persen,” demikian ungkap Manajer Riset New Indonesia Research & Consulting Andreas Nuryono dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Artinya, kata Andreas, pemilih yang masih gamang jumlahnya makin terus berkurang. Menurut Andreas, parpol besar seperti Golkar dan Demokrat terancam turun suaranya.

"Golkar yang biasanya menempati juara pertama atau kedua, rawan tergeser ke posisi ketiga. Elektabilitas Golkar saat ini tersisa tinggal 9,8 persen," tutur dia.

Sedangkan Demokrat dengan elektabilitas 6,4 persen harus bersaing dengan PKB yang meraih 7,2 persen.

“Pada posisi papan tengah, sejumlah parpol diprediksi lolos maupun masih harus berjuang menembus ambang batas,” jelas Andreas.

Partai Hanura, kata dia, menjadi parpol yang paling terancam tidak dapat mengirim wakil ke Senayan. Sedangkan PBB dan PKPI dapat dipastikan kembali mengulangi kegagalan serupa pada Pileg 2014.

Di antara parpol baru, elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mencapai 3,9 persen, sedangkan Perindo menyusul sebesar 1,9 persen.

“Dua parpol baru lainnya yaitu Berkarya dan Garuda berada pada posisi papan bawah dengan elektabilitas nol koma,” tutur Andreas.

Dalam waktu kurang sebulan lagi, jumlah undecided voters akan terus berkurang. Artinya potensi kenaikan elektabilitas masih mungkin terjadi.

“Para pemilih gamang akan makin memantapkan pilihan, khususnya pada musim kampanye terbuka dan penayangan iklan di media massa,” pungkas Andreas.

Survei New Indonesia Research & Consulting dilakukan pada 1-10 Maret 2019, dengan jumlah responden 1.200 orang. Metode survei adalah multistage random sampling (acak bertingkat) dengan margin of error ±2,89 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Berikut adalah hasil lengkap elektabilitas Pileg 2019:

PDIP: 26,2%
Gerindra: 14,8%
Golkar: 9,8%
PKB: 7,2%
Demokrat: 6,4%
Nasdem: 4,5%
PAN: 4,3%
PPP: 4,1%
PSI: 3,9%
PKS : 3,6%
Perindo: 1,9%
Hanura: 1,0%
PBB: 0,9%
PKPI: 0,5%
Berkarya: 0,4%
Garuda: 0,2%
Tidak tahu/tidak jawab: 10,3%



Sumber: Suara Pembaruan