TNI Selidiki Dugaan Penyalahgunaan Kendaraan Mabes TNI untuk Kampanye

TNI Selidiki Dugaan Penyalahgunaan Kendaraan Mabes TNI untuk Kampanye
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Brigjen Sisriadi dan Danpom TNI Mayjen TNI Dedy Iswanto di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat 22 Maret 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Yeremia Sukoyo )
Yeremia Sukoyo / FMB Jumat, 22 Maret 2019 | 16:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mabes TNI melalui Danpom TNI Mayjen TNI Dedy Iswanto, mengakui plat nomor 3005-00 yang digunakan kampanye pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga S Uno merupakan plat nomor registrasi Mabes TNI. Namun demikian, dari dari data registrasi, seharusnya plat nomor tersebut digunakan di kendaraan Mitsubishi Lancer, bukan Mitsubishi Pajero seperti dalam video.

Danpom TNI Mayjen TNI Dedy Iswanto di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (22/3/2019), menegaskan, pascavideo kendaraan TNI menjadi viral di Medsos, pihaknya sudah langsung menyelidiki pihak-pihak yang diduga terlibat.

Dikatakan Dedy Iswanto, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait beredarnya video tersebut. Termasuk, apakah ada kemungkinan keterlibatan TNI aktif dalam kampanye capres ataupun cawapres Pemilu 2019.

"Hal tersebut sedang dalam penyelidikan dan dalam pendalaman kami mengapa sampai terjadi perubahan jenis kendaraan. Sedang kita dalami (apakah ada keterlibatan TNI) dalam berkampanye," kata Dedy Iswanto.

Menurutnya, untuk kendaraan militer itu seharusnya digunakan oleh pejabat tertentu dan bersifat terbatas. Semua harus dilakukan sesuai dengan ketentuan dan peruntukan yang ada.

"Bisa juga level perwira mmenengah. Akan kita laksanakan pendalaman. Apabila sudah menjadi terang, akan menyesuaikan dengan aturan yang berlaku. Kita cari tahu unsur-unsur pelanggaran yang dilakukan," kata Dedy Iswanto.

Dirinya menegaskan, pihaknya akan secepat mungkin menuntaskan kasus tersebut demi membuktikan bahwa netralitas TNI menjelang Pemilu 2019 tidak perlu diragukan.

"Kita dalami, siapa yang menggunakan. Kita upayakan secepat mungkin. Kita tetap jaga netralitas TNI. Kita awali dengan menyelidiki data register dan selanjutnya mencari keterangan terkait," ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Brigjen Sisriadi, menjelaskan, saat ini TNI tetap memegang komitmen untuk tetap netral dalam Pemilu 2019.

"Siapapun yang berusaha menarik-narik TNI, kita tetap komitmen netralitas. Kita komitmen dan siap mendukung pelaksanaan pemilu 2019," kata Sisriadi.

Dari informasi yang beredar di Mabes TNI, disebutkan, pengerahan mobil berplat nomor Mabes TNI untuk membawa logistik kampanye Prabowo atas permintaan mantan perwira tinggi TNI. 



Sumber: Suara Pembaruan