Mahfud MD Usul Presidential Threshold Diturunkan

Mahfud MD Usul Presidential Threshold Diturunkan
Pilpres 2019. ( Foto: BeritaSatu Photo )
Carlos KY Paath / WBP Minggu, 24 Maret 2019 | 16:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Angka presidential threshold (pres-t) dinilai perlu diturunkan dai saat ini 20 persen menjadi 4 persen. Dengan demikian, tidak memunculkan dua calon presiden saja.

“Menurut saya 4 persen saja, sama dengan parliamentary threshold (ambang batas parpol lolos ke DPR). Kalau (pres-t) 20 persen berat, akhirnya munculkan dua calon,” kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD dalam diskusi kebangsaan yang digelar Aliansi Anak Bangsa untuk Indonesia (AABI) di Jakarta, Minggu (24/3/2019).

Pres-t merupakan ambang batas partai politik (parpol) atau gabungan parpol mengajukan pasangan calon presiden dan wakil presiden. “Itu semua tugas DPR, bukan tugas MK. Kalau (MK) tentukan persentase, berarti sudah mengatur namanya,” ucap Mahfud MD.

Untuk diketahui, berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 7/2017 tentang Pemilu, angka pres-t sebesar 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah nasional pemilu sebelumnya. “Mari setelah pemilu, kita arahkan Pilpres dan Pileg (Pemilu Legislatif) 2024 jauh berkualitas,” ujar Mahfud MD.

Pakar hukum tata negara itu menyebut sesudah pemilu, perlu pikirkan apakah perlu presidential threshold 20 persen. "Ada yang katakan tidak perlu (dievaluasi). Tapi boleh kok, karena ini ditentukan pembuat UU. Cuma kalau 20 persen terlalu besar,” tukas Mahfud MD.

Mahfud menuturkan, belakangan ini ada semacam kekhawatiran pasca-Pemilu 2019, ikatan kebangsaan kembali merekat. Mahfud meminta seluruh pihak tetap optimistis. “Saya banyak berkeliling ke bawah. Harapannya memang jagalah keutuhan kita agar negara ini tidak rusak,” kata Mahfud MD.

Mahfud MD mengungkap, perpecahan dan polarisasi memang begitu tajam di media sosial (medsos). Antarsesama warga bangsa saling menuding dan menyalahkan. Walau banyak terjadi di medsos, Mahfud menyatakan, antisipasi semestinya dilakukan.

Pada kesempatan itu, Mahfud MD juga menyarankan agar pemilih dapat menggunakan hak suaranya pada Pemilu 17 April 2019. “Mari kita memilih dan sesudah itu bersatu. Karena apa? Karena filosofinya pemilu untuk memilih pemimpin kita semua,” ucap Mahfud MD.

Mahfud MD menyebut pemilu jangan sampai terbawa emosi seperti sekarang. "Hoax-nya luar biasa. Itu bisa berakibat buruk kalau pemilunya tidak tertib. Kita harap KPU profesional, terbuka, siap diaudit, dikoreksi, sehingga tidak menimbulkan kerusuhan yang tidak diharapkan," kata Mahfud MD.



Sumber: Suara Pembaruan