MUI Paluta Ajak Masyarakat Suarakan Hak Pilih Tanpa SARA

MUI Paluta Ajak Masyarakat Suarakan Hak Pilih Tanpa SARA
Wakil Ketua MUI Palas, Awaluddin Harahap mengajak masyarakat menyukseskan pemilu. ( Foto: Beritasatu Photo / Arnold Sianturi )
Arnold H Sianturi / WBP Minggu, 24 Maret 2019 | 19:54 WIB

Padang Lawas Utara, Beritasatu.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) mengimbau kepada semua pihak termasuk penyelenggara pemilu, untuk menyuarakan kejujuran, adil, dan profesional serta mendukung mensukseskan Pemilu 2019.

“Kita harus menolak hoax, politisasi SARA (suku agama ras dan antargolongan), politik identitas dan menolak radikalisme di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini. Kami mengimbau masyarakat Paluta untuk tetap menjaga kerukunan dan persaudaraan, meski berbeda pilihan,” kata Wakil Ketua MUI Palas, Awaluddin Harahap, saat melakukan Kunjungan di Pondok Pesantren Syahbuddin Musthafa Nauli, di Desa Aek Nauli, Kecamatan Hulu Sihapas, Kabupaten Padang Lawas Utara, baru-baru ini.

Awaluddin Harahap didampingi pimpinan Pondok Pesantren, Soleman Siregar, serta beberapa tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat.

Menurut Awaluddin Harahap yang juga menjabat Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Paluta ini, perbedaan pilihan hendaknya disikapi dengan penuh kedewasaan, saling menghormati dan saling memuliakan. "Mendahulukan kepentingan nasional di atas kepentingan kelompok dan golongan. Menjunjung tinggi semangat persaudaraan, persatuan dan kesatuan. Jadikanlah perbedaan aspirasi politik sebagai rahmat untuk saling menghormati dan memuliakan agar persaudaraan sebagai bangsa tetap terpelihara," jelas Awaluddin Harahap.

MUI Paluta mengharapkan seluruh masyarakat Desa Aek Nauli, Kecamatan Hulu Sihapas, Kabupaten Padang Lawas Utara, untuk membantu mendinginkan suasana selama masa kampanye, agar pesta demokrasi yang menjadi hajatan nasional bangsa Indonesia dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan aman.

"Kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan masyarakat, diharapkan dapat memerankan diri sebagai perekat dan pemersatu bangsa. Jauhkan dari praktik politik kotor, seperti, kampanye hitam, provokasi, intimidasi, ujaran kebencian, hoax, fitnah, politik uang, dan politik SARA," kata Awaluddin Harahap.

Awaluddin Harahap mengingatkan partai politik, tim sukses dan juru kampanye, hendaknya dapat menciptakan suasana yang kondusif. Dalam menyampaikan pendapat harus tetap mengindahkan nilai-nilai kesantunan, kepatutan dan akhlak mulia.

"Khususnya pemilih pemula yang sedang menimba ilmu, agar terlibat aktif menyukseskan Pemilu 2019, yang tertib, aman, damai dan bermartabat. Gunakan hak pilih dengan penuh kesadaran, tanggung jawab, dan tanpa paksaan,” sebut Awaluddin Harahap.



Sumber: Suara Pembaruan