Pengamat: Khilafah Memang Bertentangan dengan Pancasila
Logo BeritaSatu

Pengamat: Khilafah Memang Bertentangan dengan Pancasila

Sabtu, 30 Maret 2019 | 23:35 WIB
Oleh : Yustinus Paat / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat politik Donny Gahral Adian mengemukakan bahwa paham khilafah memang bertentangan dengan Pancasila, menyusul imbauan Wantim MUI Din Syamsuddin agar pemerintah tidak menyamaratakan semua paham yang anti pancasila karena dapat meciptakan suasana perpecahan.

"Pancasila itu ideologi bangsa, dalam Pancasila terkandung nilai nasionalisme (sila ketiga) dan demokrasi (sila keempat)," kata Donny, di Jakarta, Sabtu (30/3).

Menurut Donny, khilafah sebagai keyakinan tentang tugas suci manusia di bumi sangat dihormati. Namun, kata dia, khilafah sebagai ideologi politik yang ingin mengganti Pancasila sebagai pemersatu bangsa harus ditolak.

"Khilafah yang dipertentangkan dengan Pancasila bukan keyakinan melainkan ideologi politik. Ideologi politik yang bertentangan dengan sila ketiga (nasionalisme) dan keempat (demokrasi) dalam Pancasila," katanya.

Menurut Donny, mempertentangankan khilafah dan Pancasila sudah tepat dan akurat, sebab Pancasila merupakan ideologi bangsa bukan keyakinan. Donny melanjutkan, pertarungan antara negara Islam dan negara Pancasila selesai dalam wacana namun belum selesai dalam arena politik, buktinya beberapa organisasi masih memperjuangkan negara Islam.

"Khilafah yang dipertentangkan bukan keyakinan melainkan ideologi sebuah organisasi yang di banyak negara sudah dilarang," tandas dia.

Pertentangan

Sebelumnya, Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Din Syamsuddin mengemukakan pertentangan antara khilafah dengan Pancasila adalah identik dengan mempertentangkan Negara Islam dengan Negara Pancasila.

Pertentangan ini, menurut Din, yang sesungguh sudah lama selesai dengan penegasan Negara Pancasila sebagai Darul Ahdi was Syahadah (Negara Kesepakatan dan Kesaksian).

"Menisbatkan sesuatu yang dianggap Anti Pancasila terhadap suatu kelompok adalah labelisasi dan generalisasi (mengebyah-uyah) yang berbahaya dan dapat menciptakan suasana perpecahan di tubuh bangsa," kata Din.

Dalam imbauannya, Din menambahkan meskipun di Indonesia khilafah sebagai lembaga politik tidak diterima luas. Namun khilafah yang disebut dalam Al-Qur'an adalah ajaran Islam yang mulia (manusia mengemban misi menjadi Wakil Tuhan di Bumi/khalifatullah fil ardh).

Donny menanggapi hal ini dengan mengatakan, "khilafah" tidak meruncingkan konflik, yang membelah bangsa ini adalah politisasi agama dengan melabel salah satu capres sebagai anti umat, kriminalisasi ulama dan komunis.

"Oleh karena itu pertarungan politik menjadi masalah keyakinan adiduniawi bukan semata-mata kekuasaan duniawi," pungkas Donny.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ma'ruf Amin Bersyukur Jokowi Tak Terprovokasi oleh Serangan Prabowo

a'ruf Amin mengaku bersyukur dengan penampilan pasangannya Joko Widodo (Jokowi) dalam debat ke-4 Pilpres menghadapi capres nomor urut 02, Prabowo Subianto.

POLITIK | 30 Maret 2019

Debat Pilpres Keempat, Jokowi Dinilai Tampilkan Politik Penuh Persahabatan

Berbicara tentang pembumian Pancasila, diperlukan pemimpin yang berpengalaman, pemimpin yang satu kata dan perbuatan.

POLITIK | 30 Maret 2019

Jokowi: Yang Terpenting Bukan Debat, tetapi Masa Depan Indonesia

Calon Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo menegasakan bahwa yang terpenting bukanlah soal debat Pilpres, tetapi soal masa depan dan kesejahteraan Indonesia

POLITIK | 30 Maret 2019

Erick Thohir: Kematangan Pemimpin Makin Diperlihatkan Jokowi

Calon Presiden (Capres) Joko Widodo (Jokowi) makin memperlihatkan kematangan seorang pemimpin dan negarawan saat melakoni Debat IV PIlpres 2019

POLITIK | 30 Maret 2019

Hasto: Prabowo Tidak Beranjak dari Kritik Usang

Orientasi pemimpin bekerja dan pemimpin beretorika hadir sebagai pembeda dalam debat malam ini.

POLITIK | 30 Maret 2019

Soal Pertahanan, Jokowi: Jangan Anggap Remeh Konflik Dalam Negeri

Calon Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo menegaskan bahwa persoalan konflik-konflik di dalam negeri tidak boleh dianggap remeh dalam konteks pertahanan

POLITIK | 30 Maret 2019

Prabowo: Malu, Indonesia sebagai Negara Agraris, Impor Pangan

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menyebut Indonesia selalu mendapatkan banyak masalah.

POLITIK | 30 Maret 2019

Jokowi Perkuat Kerja Sama Maritim

Calon Presiden (Capres) Joko Widodo (Jokowi) akan terus mendorong Indonesia melakukan diplomasi kerja sama maritim

POLITIK | 30 Maret 2019

Politik Pertahanan Jokowi untuk Membangun Kedaulatan Bangsa

"Pak Prabowo tidak percaya pada TNI, saya sipil lebih percaya TNI,” ujar Jokowi dalam debat.

POLITIK | 30 Maret 2019

Jokowi Sebut Prabowo Tak Percaya TNI

Calon Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo menilai, Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto tidak percaya dengan kemampuan TNI dalam konteks pertahanan.

POLITIK | 30 Maret 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS