Pemerintahan “Dilan” Buat Segala Urusan Jadi One Click Away

Pemerintahan “Dilan” Buat Segala Urusan Jadi One Click Away
Capres nomor urut 01 Joko Widodo mengikuti debat capres putaran keempat di Hotel Shangri La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019). ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. )
Carlos KY Paath / FMB Minggu, 31 Maret 2019 | 15:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Calon presiden (capres) 01 Joko Widodo (Jokowi) ingin berbagai pelayanan publik diatur melalui sistem digital. Karenanya, Jokowi menawarkan konsep pemerintahan dilan atau digital melayani.

“Menurut pandangan saya, Jokowi ingin urusan pemerintahan ke depan itu serba digital. Ini sebagai respon positif menyambut era digital. Jadi segala urusan sudah one click away (satu kali klik),” kata pengamat komunikasi politik Universitas Bunda Mulia (UBM) Jakarta, Silvanus Alvin.

Hal itu disampaikan Alvin saat dihubungi Beritasatu.com, Minggu (31/3/2019). Alvin menyatakan, pemerintahan "Dilan" membutuhkan kecepatan dan jaringan internet yang merata di Indonesia. Tidak hanya cepat, lanjut Alvin, tetapi harus juga tersedia.

Maka dari itu, Alvin mengungkap, Jokowi membangun Palapa Ring yang diklaim sudah masuk di hampir seluruh Indonesia, termasuk kawasan Timur. “Bila infrastruktur ini siap, maka reformasi birokrasi bisa terwujud,” ujar Alvin.

Menurut Alvin, jalur birokrasi yang berbelit memang akan terpangkas apabila pelayanan berbasis digital. Selain itu, praktik pungutan liar (pungli) yang selama ini marak menjadi hilang. Masyarakat Indonesia pun, masih kata Alvin, diajak maju ke level pemahaman digital yang lebih baik.

Alvin menambahkan, pelayanan lewat digital dapat mengoptimalkan manajemen pemerintahan. “Transparansi dan sistemnya jelas. Sulit terjadi gangguan karena sudah terprogram. Pemerintahan 'Dilan' bisa membawa Indonesia menjadi negara maju,” ucap Alvin.

Alvin juga menyebut, “Pemerintahan 'Dilan' jadi bel atau pertanda bahwa sudah saatnya Indonesia berhenti jadi negara berkembang, tetapi naik level jadi negara maju.” Sebelumnya, saat debat keempat, Sabtu (30/3/2019), Jokowi mengatakan, dirinya berkomitmen menghadirkan pemerintahan "Dilan".

“Ke depan diperlukan pemerintahan "Dilan", digital melayani. Karena yang namanya pelayanan bukan hanya melayani, tetapi kecepatan itu sangat diperlukan sehingga diperlukan yang pertama yang namanya reformasi dalam bidang pelayanan lewat layanan yang berbasis elektronik,” kata Jokowi.



Sumber: Suara Pembaruan