Logo BeritaSatu

PSI: Amien Rais Harus Beri Contoh, Jangan Jadi Provokator

Senin, 1 April 2019 | 21:04 WIB
Oleh : Yustinus Paat / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Rian Ernest meminta Anggota Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Amien Rais agar tidak menjadi provokator. Sebagai simbol reformasi, kata Rian, Amien Rais seharusnya memberikan contoh yang baik kepada generasi bangsa.

Rian menyampaikan hal ini menanggapi pernyataan Amien Rais yang akan lebih mengandalkan people power dibandingkan menggugat ke MK jika ada kecurangan Pemilu. Menurut Amien, tidak ada gunanya menggugat melalui MK.

"Elite politik harus berikan contoh. Apalagi Pak Amien bukan hanya elite politik, tetapi sempat jadi simbol reformasi. Elite politik harus jadi contoh dan bukan jadi provokator," ujar Rian kepada Beritasatu.com, Senin (1/4/2019).

Menurut Rian, UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu telah membuka ruang kepada peserta Pemilu yang keberatan dengan hasil pemilu untuk menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Menurut Rian, Amien Rais seharusnya sudah paham hal tersebut atau pura-pura tidak paham demi mencari sensasi.

"Segala hal ada wadah forum untuk sengketa hasil pemilu. Disitulah peranan Mahkamah Konstitusi. Ada apa Pak Amien, kok semakin kacau komentarnya? Semakin tua, ya semakin bijak agar bisa jadi contoh untuk kita-kita yang lebih muda. Bukan cari sensasi," kata Rian Ernest

Menurut Rian, people power di berbagai negara selama ini terjadi untuk menumbangkan diktator. Namun, kata dia, kediktatoran itu tidak terjadi di Indonesia.

"Siapa yang punya rekam jejak berpotensi jadi diktator? Justru mungkin ialah orang yang sedang Pak Amien Rais bela dan dukung," ungkap dia.

Rian menduga pernyataan Amien Rais juga bagian dari taktik yang ingin dilontarkan ke publik agar pendukung Prabowo-Sandi semakin tidak percaya kepada alat negara serta sistem yang sah. Tujuannya, kata Rian, kalau Prabowo-Sandi kalah, bukannya legowo tapi malah melakukan hal-hal yang tidak patut.

"Saya yakin Pak Prabowo adalah seorang negarawan yang berkompetisi secara fair, bukan seperti komentar Pak Amien Rais ini," tegas dia.

Lebih lanjut, Rian mengaku tidak terlalu sepakat jika pernyataan Amien Rais adalah bentuk contempt of court. Pasalnya, contempt of court lebih tepat diterapkan bila seseorang menghina majelis hakim atau pengadilan di dalam ruang persidangan.

"Kalau di luar sidang begini, masih merupakan ranah kebebasan berpendapat. Meski secara hukum boleh saja, tapi apakah komentar Pak Amien Rais ini hal yang patut menjadi teladan kita?," kata Rian.

Sebelumnya, Amien Rais mengatakan jika terjadi kecurangan di Pemilu, maka pihaknya akan lebih mengandalkan people power dibandingkan menggugat ke MK. Menurut Amien, tidak ada gunanya menggugat melalui MK.

"Kalau nanti terjadi kecurangan, kita enggak akan ke MK. Enggak ada gunanya, tapi kita people power. People power sah!" ujar Amien Rais di Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Ahad (31/3).



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Bangkitkan Wisata, Perusahaan Ini Donasikan Cat untuk Pecinan Kembang Jepun

Wisata Pecinan Kembang Jepun merupakan representasi kembalinya budaya Arek yang lekat dengan nilai-nilai toleransi dan gotong royong yang kuat.

NEWS | 25 September 2022

Momen "Kalibata Fashion Week" ala Puan Maharani dan Cak Imin

Puan Maharani bersama Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sempat berjalan di zebra cross ala catwalk fashion week.

NEWS | 25 September 2022

Zelensky Klaim Ukraina Kehilangan 50 Tentara Per Hari

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pasukan Ukraina kehilangan 50 tentara per hari.

NEWS | 25 September 2022

Tawa Puan Ketika Johan Budi Sebut Dewan Kolonel Saat Ziarah

Puan Maharani tertawa terhadap celetukan Johan Budi soal Dewan Kolonel ketika ziarah bersama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

NEWS | 25 September 2022

Swedia Catat Tahun Kekerasan Senjata Paling Mematikan

Swedia mencatat tahun kekerasan senjata paling mematikan. Sejumlah 48 orang sejauh ini telah ditembak mati di Swedia pada tahun 2022.

NEWS | 25 September 2022

Iran Ancam Respons Balasan untuk Ukraina setelah Dubes Diusir

Iran menjanjikan respons balasan yang tepat untuk Ukraina atas tindakan pengusiran duta besarnya.

NEWS | 25 September 2022

Wapres Ma'ruf Amin Akan Hadiri Pemakaman Shinzo Abe

Wakil Presiden Ma'ruf Amin berangkat ke Tokyo, Jepang, untuk menghadiri prosesi pemakaman kenegaraan mantan PM Jepang Shinzo Abe.

NEWS | 25 September 2022

Uni Eropa Yakin Putin Tak Menggertak Soal Senjata Nuklir

Uni Eropa (UE) meyakini Presiden Rusia Vladimir Putin tidak menggertak soal senjata nuklir.

NEWS | 25 September 2022

PSI: Anies Baswedan Belum Selesaikan PR Banjir dan Macet

Partai Solidaritas Indonesia meminta Anies segera selesaikan permasalahan DKI Jakarta seperti banjir dan macet.

NEWS | 25 September 2022

Buktikan Kondisi Kesehatan, KPK Minta Lukas Enembe Berikan Catatan Medis

KPK meminta Gubernur Papua Lukas Enembe untuk menyerahkan catatan medis yang menjelaskan kondisi kesehatannya.

NEWS | 25 September 2022


TAG POPULER

# OTT Hakim Agung


# Penipuan Jam Tangan


# Pertalite


# Curacao


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Momen Fashion Week" ala Puan Maharani dan Cak Imin">

Momen "Kalibata Fashion Week" ala Puan Maharani dan Cak Imin

NEWS | 5 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings