Roy Suryo: Peretasan WA Politisi Demokrat Disengaja

Roy Suryo: Peretasan WA Politisi Demokrat Disengaja
Roy Suryo. ( Foto: Antara )
Carlos KY Paath / AB Kamis, 4 April 2019 | 13:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Tindakan peretasan atas beberapa akun WhatsApp (WA) politisi Partai Demokrat (PD) dinilai sebagai kejahatan. Pelakunya diduga kuat berada di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum PD, Roy Suryo kepada Beritasatu.com, Kamis (4/4/2019).

“Di Indonesia. Ini kan enggak mungkin kalau tidak disengaja. Ini pasti disengaja. Jadi ada pihak-pihak yang mencoba melakukan peretasan dengan cara dia mengambil WA kita. Mereka jahat sekali,” kata Roy Suryo.

Roy Suryo mengungkapkan dirinya menjadi salah satu korban peretasan WA. Dirinya mengetahui pembajakan itu pada Rabu (3/4/2019) sekitar pukul 22.11 WIB. “Tahu-tahu saya keluar dari sejumlah grup. Saya sudah coba aktifkan lagi, walau belum bisa,” ujar Roy Suryo.

Setelah kejadian itu, Roy Suryo menghubungi pihak WA. Roy disarankan untuk menonaktifkan sementara nomor WA-nya.

“Saya setuju saja dengan policy (kebijakan) dari WA. Saya sudah kontak by email, dan mereka sedang memverifikasi nomor WA saya,” tambah Roy Suryo.

Dirinya tidak mematikan nomor teleponnya karena akan menyulitkan WA saat melakukan verifikasi.

"Aksi pembajakan WA bukan perkara mudah. Aksi ini tidak biasa. Tidak mudah. Harus dilakukan oleh orang yang terbiasa. Orang yang punya pengetahuan lakukan ini. Ini disengaja, karena yang jadi korban dan target orang yang punya jabatan di partai, lebih khusus Partai Demokrat,” ungkap Roy Suryo.

Roy mengaku tak ingin menuduh pihak tertentu. “Saya hanya bilang semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberi pencerahan kepada pelaku. Sebab peretasan ini sangat jahat dan tidak bagus. Apa jadinya kalau misalnya orang yang diretas lagi ada kegiatan penting di keluarga,” kata Roy Suryo.

Sebelumnya, Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat, Imelda Sari mengaku WA-nya diretas pada Rabu (3/4) sekitar pukul 01.14 WIB. Imelda mengaku saat itu sudah tidur.

“Pagi harinya pas bangun, saya heran kenapa semua orang telepon. Saya kontak teman, dia bilang apa saya enggak tahu WA dibajak. Saya bilang ya, enggak tahu. Saya bingung,” kata Imelda Sari.

Imelda mengungkapkan bahwa tak hanya WA dirinya yang diretas. “Ada 13 orang terdeteksi WA-nya diambil alih organisasi tanpa bentuk, orang-orang yang kita tidak ketahui motifnya. Beberapa pengurus Partai Demokrat juga kena,” ucap Imelda Sari.

WA elite PD yang dibajak, di antaranya Roy Suryo, Silviana Murni, Celiica Nurrachadiana, Sartono Hutomo, dan Cornel Simbolon. WA milik anggota tim Agus Harimurti Yudhoyono juga ada dibajak.

Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Demokrat (FPD) Sartono Hutomo juga mengungkapkan WA yang dimilikinya diretas pada Rabu (3/4) malam. Sartono mengetahui itu setelah dihubungi rekannya.

“Saya enggak kirim WA apa pun, tahu-tahu ada teman yang telepon. Teman sampaikan WA saya sudah diretas. Langsung saya hapus WA. Saya sudah informasikan di akun Instagram maupun Twitter bahwa WA saya diretas,” kata Sartono saat dihubungi Beritasatu.com, Kamis (4/4).

Sartono berharap negara melindungi privasi komunikasi masyarakat. Menurut Sartono, dirinya belum memiliki waktu untuk melaporkan peretasan tersebut kepada pihak Kepolisian. “Namun, mestinya lapor atau tidak, pihak berwenang harus turun. “Saya sedih. Kalau kita keras bertempur di politik, harusnya di situ saja. Tidak usah sampai meretas komunikasi," ujar Sartono.

 



Sumber: Suara Pembaruan