Tidak Ada Server KPU di Luar Negeri

Tidak Ada Server KPU di Luar Negeri
Ilustrasi KPU ( Foto: Beritasatu.com )
Yustinus Paat / JEM Kamis, 4 April 2019 | 14:16 WIB

 Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) membantah isu yang menyatakan bahwa server KPU di luar negeri atau di Singapura sudah di-setting untuk memenangkan pasangan capres dan cawapres momor urut 01, Jokowi-Ma'ruf.

Isu tersebut muncul dari sebua video yang sedang viral yang menyatakan bahwa salah satu dari 7 server KPU di Singapura berhasil dibongkar. Selain itu, disebutkan bahwa server KPU tersebut sudah di-setting untuk kemenangan paslon 02 dengan raihan 57 persen.

"Tidak ada server KPU yang di luar negeri, semua di dalam negeri," ujar Komisioner KPU Hasyim Asy'ari Jakarta, Kamis (4/4/2019).

Hasyim menjelaskan bahwa proses penghitungan suara secara manual bertingkat dari TPS, PPK, KPU kabupaten/kota, KPU provinsi, dan KPU RI. Hasil scan Form C1 yang selanjutnya diunggah di website KPU, kata Hasyim, dilakukan setelah penghitungan suara selesai di tempat pemungutan suara (TPS).

"Jadi pada dasarnya hasil suara di TPS sudah diketahui dulu oleh publik termasuk saksi, Panwas TPS, warga pemilih, pemantau, media dan pihak lainnya dan semua pihak diberi kesempatan untuk mendokumentasikan hasil penghitungan suara dalam Form C1-Plano," terang Hasyim.

Hasyim menegaskan sekali lagi, tuduhan bahwa KPU sudah mensetting perolehan Capres melalui sistem IT, tidaklah benar. KPU, kata Hasyim akan mengambil tindakan hukum atas video tersebut karena telah dirugikan oleh tuduhan yang tidak berdasarkan fakta.

"Berdasarkan tuduhan tidak berdasar yang beredar lewar video tersebut, KPU merass dirugikan dan akan melaporkan ke Bareskrim Mabes Polri," pungkas Hasyim.



Sumber: Suara Pembaruan