Survei Y-Publica: Sangat Sulit Prabowo-Sandi Kalahkan Jokowi-Ma'ruf

Survei Y-Publica: Sangat Sulit Prabowo-Sandi Kalahkan Jokowi-Ma'ruf
Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. ( Foto: Antara )
Yustinus Paat / MPA Jumat, 5 April 2019 | 20:40 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Gelaran pemilihan presiden (Pilpres) 2019 telah memasuki babak akhir. Dalam empat bulan, selisih elektabilitas antara kedua pasangan calon (paslon) semakin menipis, seiring turunnya elektabilitas Jokowi-Ma’ruf dan peningkatan elektabiltas Prabowo-Sandi.

Meskipun demikian paslon Jokowi-Ma’ruf masih unggul jauh dengan perbedaan elektabilitas sebesar 20,3 persen.
Berdasarkan hasil survei Y-Publica, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf mencapai 53,1 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 32,8 persen.

“Meskipun elektabilitas terus meningkat, sangat sulit bagi Prabowo-Sandi untuk mengalahkan Jokowi-Ma’ruf, bahkan jika berhasil meraup seluruh suara undecided voter sebanyak 14,1 persen,” kata Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono di Jakarta, Jumat (5/4).

Menurut Rudi, turunnya elektabilitas Jokowi-Ma’ruf berkorelasi dengan penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan. Kepuasan terhadap calon presiden (capres) petahana Jokowi terus mengalami penurunan, hingga sebesar 69,2 persen.

“Masa kampanye yang panjang menjadi ajang bagi kubu oposisi untuk melancarkan kritik terhadap kelemahan petahana,” jelas Rudi.

Figur Jokowi dan Prabowo masih menjadi faktor utama yang mendongkrak elektabilitas dua partai politik (utama) pengusung paslon. Dengan elektabilitas 26,5 persen, PDIP diprediksi memenangkan pemilihan anggota legislatif (Pileg) 2019. Gerindra menyusul sebagai runner up dengan elektabilitas 14,3 persen.

PDIP dan Gerindra bersama dengan Golkar, PKB, dan Demokrat menempati posisi lima besar parpol yang diprediksi lolos ambang batas parlemen.

“Yang menarik, parpol-parpol nasionalis mengalami pelemahan elektabilitas dalam 1-3 bulan terakhir, hanya PKB yang cenderung naik,” lanjut Rudi.

Elektabilitas Golkar mencapai 8,6 persen, PKB 7,8 persen, dan Demokrat 5,2 persen.
Sebaliknya, parpol-parpol papan tengah cenderung meningkat elektabilitasnya, kecuali PPP dan Perindo.

Nasdem memimpin dengan elektabilitas 3,9 persen, diikuti PKS 3,8 persen, PSI 3,6 persen, dan PAN 3,3 persen.

“PPP (2,8 persen) tampaknya terpengaruh penangkapan ketua umum Romahurmuzy, sedangkan Perindo (1,8 persen) masih berpeluang lolos threshold,” tutur Rudi.

Pada papan bawah adalah parpol-parpol yang diprediksi tidak lolos ambang batas. Hanura mengalami penurunan elektabilitas paling tajam, hingga tersisa 0,9 persen. Lainnya adalah PBB (0,8 persen), Berkarya (0,6 persen), PKPI (0,5 persen), dan Garuda (0,4 persen).

“Masih ada sebanyak 15,1 persen menyatakan belum memutuskan atau tidak menjawab,” pungkas Rudi.

Y-Publica melakukan survei nasional berbasis dapil dalam periode akhir Januari hingga bulan Maret 2019. Temuan survei merupakan agregat dari 54 dapil dengan jumlah keseluruhan responden mencapai 43.200 orang. Metode survei adalah multistage random sampling (acak bertingkat) di setiap dapil dengan margin of error ±2,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.



Sumber: BeritaSatu.com