Generasi Milenial Berpotensi Menjadi Penyalahguna Narkoba

Generasi Milenial Berpotensi Menjadi Penyalahguna Narkoba
Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin menyapa ribuan pendukung di Lapangan Marzuki Mahdi, Bogor Barat, Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/4/2019). ( Foto: istimewa )
Yeremia Sukoyo / WM Jumat, 5 April 2019 | 19:07 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia hingga saat ini masih menjadi salah satu negara sasaran peredaran narkotika. Dari tahun ke tahun kasus penyalahgunaan narkotika terus meningkat dan mulai menyasar ke kalangan generasi muda Milenial berumur antara 15 sampai 35 tahun.

"Kalau dilihat dari angka statistik bahwa 40 persen penduduk Indonesia itu adalah generasi muda yang potensial (menjadi penyalahguna narkoba)" kata Deputi Pemberantasan​ BNN​ Irjen Pol​ Arman​ Depari dalam keterangannya saat Rakernas Garda Mencegah dan Mengobati (GMDM), di Jakarta, Jumat (5/4/2019).

Dirinya mengingatkan, Indonesia kini tidak hanya dilirik sebagai pasar oleh para bandar narkotika di lingkup Asia Tenggara. Namun juga sudah sampai di tingkat Asia dan bahkan dunia.

Menurut Arman, besarnya angka generasi milenial sebagai penyalahguna narkotika perlu ditangani secara khusus. Mengingat, generasi Milenial merupakan generasi yang sangat menentukan arah pembangunan bangsa.

"Itu potensial menjadi penyalahguna narkoba. Indonesia saat ini salah satu pasar yang paling besar, bukan hanya untuk Asean tapi juga Asia. Bahkan kalau kita lihat dari jumlah penduduk Indonesia menempati urutan keempat dunia," ucapnya.

Guna menekan peredaran narkoba di Indonesia, Arman menilai perlu kerja sama dua arah, yakni pemerintah dan masyarakat, termasuk juga organisasi sosial kemasyarakatan lainnya seperti Gerakan Mencegah Dan Mengobati (GMDM).

Dirinya berharap organisasi masyarakat seperti GMDM dapat membantu kerja para penegak hukum melakukan penyuluhan bahaya narkoba ke generasi milenial.

Ketua Umum GMDM, Jefry Tommy Tambayong berjanji pihaknya akan terus ikut membantu penyuluhan yang dilakukan penegak hukum dalam memberangus peredaran narkoba.

"Kami akan fokus ke anak milenial karena milenial ini kedepannya akan menjadi pemimpin bangsa. Bisa dibayangkan kalau mereka tidak tercover," kata Jefry.



Sumber: Suara Pembaruan