KPU: Pria dalam Video 'Hoax Server KPU sudah Disetting' Harus Diperiksa

KPU: Pria dalam Video 'Hoax Server KPU sudah Disetting' Harus Diperiksa
Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Bagus Bawana Putra menyebarkan hoax melalui media sosial terkait kasus hoax 7 kontainer berisi surat suara tercoblos.
Yustinus Paat / WM Jumat, 5 April 2019 | 22:52 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) meminta polisi memeriksa pria yang ada dalam video berisi informasi hoaks soal server KPU sudah disetting untuk memenangkan paslon Nomor Urut 01 Jokowi-Ma'ruf. Menurut KPU, pria tersebut merupakan sumber utama hoax tersebut.

"Inti dari kejadian ini kan soal konten di mana ada ucapan bahwa ada seseorang yang mengatakan menemukan server KPU yang sudah disetting. Ini kan bermula dari ucapan seseorang. Nah orang itu harus diperiksa dulu. Sumber utamanya dia," ujar Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi, Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/4/2019).

KPU, kata Pramono, menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum, untuk menemukan dan memeriksa siapa pria tersebut. Termasuk, kata dia, harus menyelidiki motif pria tersebut menyampaikan hoaks itu.

"Karena itu jelas menimbulkan kegaduhan, kecurigaan, ketidakpercayaan kepada pemilu dan kepada KPU. Kami sendiri tidak tahu siapa pria di dalam video tersebut," ungkap Pramono.

Lebih lanjut, Pramono mengatakan pihaknya sudah melaporkan tiga akun penyebar informasi hoaks tersebut kepada Bareskrim Polri pada Kamis (4/4) malam. Akun itu berasal dari tiga platform media sosial (medsos).

"Kami sudah laporkan tiga akun, dari masing-masing platform, Facebook, Instagram dan Twitter," pungkas dia.

Sebagaimana diketahui, saat ini beredar video di twitter, instagram dan facebook terkait informasi adanya server KPU yang sudah disetting untuk memenangkan salah satu capres. Dalam video itu terlihat seorang pria sedang memaparkan materi di depan sejumlah orang dalam rapat tertutup.

Pria itu mengatakan bahwa capres 01 sudah diamankan di angka 57 persen. Pria itu mengatakan, "Yang terakhir di KPU saya bulan januari ke singapura karena ada kebocoran data. 01 sudah membuat angka 57 persen. Allah maha segalanya. Server yg dibangun 7 lapis bocor. Salah satunya bocor. Kita berusaha menetralkan. Tapi data itu masih invalid. Maka tadi saya bicara dengan Pak Alfrian ini harus dituntaskan sebelum final 17 April"



Sumber: BeritaSatu.com