PPATK Ungkap Modus Baru Politik Uang

PPATK Ungkap Modus Baru Politik Uang
Ilustrasi Politik Uang di Pilkada. ( Foto: Istimewa )
Yustinus Paat / FER Jumat, 5 April 2019 | 23:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Deputi Bidang Pemberantasan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Firman Shantyabudi, mengungkapkan, pihaknya menemukan modus baru politik uang di pemilu. Peserta pemilu sekarang tidak lagi menggunakan cara konvensional dengan membagi-bagi uang kepada pemilih.

"Ada modus baru pemilih diberikan asuransi atau jaminan. Pemberian kepada pemilih itu tidak diberikan lagi dalam bentuk uang seperti pada cara konvensional," ujar Firman dalam diskusi 'Mengawal Integritas Pemilu' di Hotel Ashley, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/4/2019).

Firman mengatakan, modus tersebut ditemukan PPATK dari salah seorang calon anggota legislatif (Caleg). Namun, pihaknya enggan merinci dan menyebutkan nama caleg tersebut dan besaran asuransi yang diberikan. "Kami sudah teruskan temuan ini ke Bawaslu untuk ditindaklanjuti," tandas Firman.

PPATK, kata Firman, terus memantau peserta pemilu yang diduga menggunakan cara dan modus yang sama. Pasalnya, tidak terlalu sulit PPATK melacak modus seperti itu.

"Kami kerja sama dengan forum perbankkan. Anggota caleg ada berapa orang? Tinggal kami berikan nama-nama itu ke bank. Sebenarnya gampang,” ungkap Firman.

Firman berharap, peserta pemilu mempunyai komitmen yang sama untuk menciptakan pemilu yang berintegritas. Salah satu caranya adalah mengefektifkan penggunaan nomor rekening resmi yang dilaporkan ke KPU.

"Kami dari PPATK hanya berharap, kalau memang semua sudah menyerahkan rekning dana kampanye, angkanya ada, harusnya semua kegiatan yang dipakai harus menggunakan rekening dana kampanye," pungkas Firman.



Sumber: BeritaSatu.com