Dengan Waduk, Jokowi Jaga Indramayu Sebagai Lumbung Padi Nasional

Dengan Waduk, Jokowi Jaga Indramayu Sebagai Lumbung Padi Nasional
Calon presiden petahana Joko Widod berkampanye di Indramayu, Jawa Barat, 5 April 2019. ( Foto: Istimewa )
Hendro D Situmorang / HA Sabtu, 6 April 2019 | 04:34 WIB

Indramayu, Beritasatu.com - Status Kabupaten Indramayu sebagai lumbung padi nasional akan dijaga terus oleh Joko Widodo (Jokowi) jika dirinya terpilih kembali menjadi Presiden RI di periode 2019-2024.

Jika selama ini produksi beras dari Indramayu mencapai 1,8-1,9 juta ton setiap tahunnya, maka Jokowi optimistis angka 2 juta ton setiap tahunnya akan tercapai.

Hal itu diungkapkan Jokowi saat melakukan kampanye di Indramayu, Jumat (5/4/2019). Didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), Erick Thohir dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, capres dengan nomor urut 01 itu menyatakan akan membangun Waduk Cipanas dan Waduk Sadawarna untuk mendukung Waduk Jatigede yang sudah lebih dahulu beroperasi dan mampu mengairi 62.000 hektare sawah.

"Setelah dibangun Waduk Jatigede di Sumedang, berikutnya Waduk Cipanas untuk mengairi pertanian Indramayu bagian tengah. Lalu di bagian barat juga dibangun Waduk Sadawarna untuk mengairi lahan tadah hujan. Pokoknya, Indramayu harus tetap menjadi lumbung pangan Indonesia. Kami juga sudah menyediakan alat mesin pertanian, sehingga mendatang setahun bisa dua hingga tiga kali panen," tegas Jokowi.

Menurut rencana, Waduk Cipanas dan Karet Kali Perawan di Kabupaten Indramayu akan multi fungsi. Selain bisa mengendalikan banjir, waduk ini juga menyediakan air bersih, serta mampu mengairi 11.700 hektare sawah. Sementara, Waduk Sadawarna yang merupakan tadah hujan bisa menjadi sarana irigasi untuk 9.423 hektare di Indramayu dan Sumedang, sekaligus sumber air baku bagi warga sekitar.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi tak henti-hentinya menyampaikan program tiga kartu yang berfungsi untuk menyiapkan sumber daya manusia bagi warga Indramayu. Kartu Sembako untuk memenuhi kebutuhan pokok ibu-ibu bagi keluarganya, Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk Kuliah meningkatkan kualitas pendidikan kalangan pelajar hingga bisa melanjutkan ke bangku kuliah, serta Kartu Pra-Kerja yang mampu menambah skill bagi generasi muda angkatan kerja baru.

Berdasarkan data terakhir, KIP Indramayu sudah diterima oleh 164.521 siswa, dengan nilai Rp 86,8 miliar. Lalu untuk membangun desa-desa, Kabupaten Indramayu sejak 2015 sudah menerima aliran dana desa sebesar Rp 884 miliar yang digunakan untuk membangun jalan, memperbaiki saluran irigasi, dan pemberdayaan ekonomi desa.



Sumber: Suara Pembaruan