Dedi Mulyadi Nilai Target Jokowi Raup 65% di Indramayu Realistis

Dedi Mulyadi Nilai Target Jokowi Raup 65% di Indramayu Realistis
Dedi Mulyadi saat menggelar kampanye. ( Foto: istimewa )
Fana Suparman / CAH Sabtu, 6 April 2019 | 11:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menilai Jokowi realistis dalam menetapkan target meraup 65 persen suara di Indramayu. Dedi meyakini target tersebut akan tercapai mengingat Jokowi mampu meraup 59 persen suara pada Pilpres 2014. Apalagi, kekuatan Jokowi pada Pilpres 2019 bertambah dengan dukungan Partai Golkar.

“Kalau Indramayu saya pikir bisa tercapai karena dulu ketika Golkar tidak mencalonkan pak Jokowi saja sudah 59 persen, apalagi sekarang Golkar mendukung,” kata Dedi dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (6/4/2019).

Dedi menyatakan, Raihan 65 persen suara Jokowi-Ma'ruf di Indramayu juga bakal tercapai dengan dukungan semangat dari Bupati Indramayu, Anna Sophana yang merupakan kader Golkar.

“Ditambah Bupati Indramayu juga dari Golkar akan memberikan spirit khusus untuk pak Jokowi untuk mencapai target tersebut. Saya pikir sangat realistis. 65 persen tercapai lah,” kata Dedi Mulyadi.

Diketahui, dalam Kampanye Akbar di Indramayu Sport Center, Jumat (5/4), capres petahana Jokowi menargetkan menang 65 persen di Kabupaten Indramayu.

“Perlu saya ingatkan bahwa Pilpres 2014 Jokowi-JK menang 59 persen di Indramayu. Itu tahun 2014. Kalau 2019 kepingin berapa? Saya tidak ingin membebani berat-berat, minimal 65 persen,” kata Jokowi.

Dikatakan, 65 persen suara untuk kemenangan pasangan Capres Cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin merupakan target minimal. Jokowi berharap relawan dan kader partai pendukung mampu meraup suara lebih besar dari yang ditargetkan.

“Minimal 65 persen, 70 persen boleh, 75 persen boleh, 85 persen boleh. Tapi minimal 65 persen loh ya. Waktu tinggal dua minggu lagi, jadi hati-hati ya,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Jokowi juga mengajak para pendukungnya untuk mendatangi TPS menggunakan baju putih, pada pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) 17 April 2019 nanti. Selain itu, dia meminta, para simpatisannya untuk mengajak kerabatnya agar berbondong-bondong mendatangi bilik suara pada hari H nanti.

"Yang kedua kita ke TPS pakai baju putih karena yang dicoblos (Jokowi-Maruf) bajunya warna putih," katanya.

Menanggapi ajakan Jokowi ini, Dedi mengapresiasi hal tersebut. Menurutnya, ajakan seperti itu akan melambangkan kebersamaan.
"Saya senang karena baju putih sudah jadi kebiasaan saya. Jadi saya senang banget, dari dulu saya ingin melakukan itu. Sudah kan pakai baju putih, memilihnya yang menggunakan baju putih no problem. Bagus banget," katanya.

 



Sumber: Suara Pembaruan