Andalkan Figur Caleg, Nasdem Optimistis Lolos ke Senayan

Andalkan Figur Caleg, Nasdem Optimistis Lolos ke Senayan
Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, hadir dalam kampanye akbar rapat umum Partai NasDem, di Lapangan Gajah Mada, Medan, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (4/4/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Dok.Nasdem )
Yeremia Sukoyo / WM Sabtu, 6 April 2019 | 11:24 WIB

 

Probolonggo, Beritasatu.com - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) merilis hasil surveinya terbarunya, terkait peringkat partai politik untuk Pemilu Legislatif 2019. Hasil, diprediksikan hanya ada lima partai politik yang akan menempatkan wakilnya di DPR periode 2019-2024.

Kelima partai tersebut menurut survei LSI Denny JA adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Demokrat, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

PDIP hasil surveinya menempati urutan pertama dengan jumlah 24,6 persen. Partai Gerindra 13,4 persen, Parta Golkar 11,8 persen, Partai Demokrat 5,9 persen, dan terakhir PKB 5,8 persen.

Sedangkan, ada partai di bawah empat persen, yakni Perindo 3,9 persen, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 3,9 persen, Partai Amanat Nasional (PAN) 3,1 persen, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 2,9 persen dan Partai Nasdem 2,5 persen.

Menyikapi kondisi ini, Ketua DPP Partai Nasdem, Willy Aditya, meyakini, hasil sejumlah lembaga survei hanya membaca party-identification (party-ID) di Indonesia. Party-ID merupakan derajat kedekatan warga dengan partai yang diyakininya untuk dipilih saat pemilu dilaksanakan.

"Hasil survei tersebut hanya menggambarkan angka party-ID. Belum sampai pada pengukuran keterpilihan Caleg hingga tingkat Dapil (Daerah Pemilihan) di Pileg 2019," kata Willy Aditya, di Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (6/4/2019).

Selain party ID, untuk mengukur sejauh mana kesuksesan hasil survei yang bisa menggambarkan lolos tidaknya sebuah partai ke Senayan, seharusnya juga diukur keterpilihan Caleg hingga di tingkat Dapil.

Dalam Pemilu 2019, selain mengandalkan party-ID, Partai Nasdem juga sangat mengandalkan figur Caleg. Dalam konstelasi Pileg 2019 kali ini, seluruh Caleg Nasdem yang ikut berkompetisi merupakan caleg yang sudah matang dan memiliki basis suara sendiri.

Sebelumnya, hasil survei terbaru lembaga Indikator Politik Indonesia juga menunjukkan hanya delapan dari 16 partai politik peserta pemilu mampu memenuhi ambang batas parlemen dan lolos ke DPR RI. Sisanya, sebanyak delapan parpol lainnya diprediksikan tidak lolos.

Berdasarkan data survei yang dirilis Indikator Politik Indonesia, kedelapan partai yang lolos memiliki elektabilitas di atas angka empat persen yang merupakan syarat perolehan suara bagi partai untuk bisa duduk di parlemen.

Dari delapan partai tersebut masing-masing PDIP sebesar 24,2 persen, Gerindra 11,7 persen, Golkar 11,5 persen, PKB 8,8 persen, Demokrat 8,7 persen, PKS 6,0 persen.

Partai Nasdem, sebagai salah satu partai yang baru satu kali mengikuti Pemilu juga diprediksikan lolos ke Senayan dengan angka keterpilihan sebesar 5,7 persen dan kemudian disusul PPP sebesar 4,9 persen.

Merujuk hasil survei Indikator, Partai Nasdem di Pemilu 2014 hanya diprediksikan hanya mencapai 2,7 persen suara. Namun, ketika Pemilu selesai diselenggarakan, secara total Nasdem meraih 6,7 persen.

Nasdem sendiri cukup optimis akan lolos ke parlemen, mengingat saat ini di survei internal, party-ID sudah melewati ambang batas syarat parlemen.

"Sekali lagi kami sampaikan, kekuatan Nasdem itu seperti fenomena gunung es. Kekuatannya kami juga ada pada figuritas Caleg. Seluruh Caleg kami sudah jauh lebih siap menghadapi Pileg 2019," ungkapnya.



Sumber: Suara Pembaruan