KPU: Hoax Deligitimasi Pemilu 2019

KPU: Hoax Deligitimasi Pemilu 2019
Bagus Bawana Didakwa Sebarkan Hoax Surat Suara Tercoblos ( Foto: Youtube.com/BeritaSatu / BSTV )
Yustinus Paat / WM Sabtu, 6 April 2019 | 11:31 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Komisioner KPU Wahyu Setiawan menegaskan bahwa hoax pemilu berdampak negatif terhadap penyelenggaraan Pemilu 2019. Menurut Wahyu, hoax pemilu tidak hanya merugikan KPU tetapi juga masyarakat dan masa depan Indonesia.

"Bagi KPU hoax jelas dapat merugikan karena terkait dengan kepercayaan masyarakat terhadap proses pemilu" ujar Wahyu, di Jakarta, Sabtu (6/4/2019).

Wahyu mengatakan hoax bisa membuat kepercayaan publik terhadap proses pemilu menurun. Hal tersebut, kata dia, bisa berdampak lanjut pada ketidakpercayaan masyarakat terhadap hasil Pemilu.

Menurut dia, ketika tidak percaya pada hasil pemilu, maka publik juga tidak akan percaya pada para pemimpin nasional baik eksekutif dan legislatif yang terpilih secara konstitusional.

"Kalau kemudian kepercayaan masyarakat terhadap proses pemilu itu dirusak, maka hasil pemilu bisa tidak dipercayai juga. Ini yang kami maksudkan bahwa berita hoax itu jelas berakibat mendelegitimasi Pemilu 2019,"  kata Wahyu Setiawan.

Karena itu, KPU tidak akan membiarkan hoax dianggap sebagai kebenaran. Setiap kali ada hoax pemilu, KPU langsung memberikan klarifikasi dan menyampaikan apa yang benar melalui berbagai media.

"Ya, tentu saja kita akan melakukan upaya-upaya memberikan informasi kepada masyarakat yang terstruktur tentang tata cara pemilu itu sendiri, sehingga masyarakat dapat memahami dan tidak mudah termakan berita hoax,"  kata Wahyu Setiawan.

Tak hanya itu, kata Wahyu, terhadap hoax yang berdampak luas, KPU langsung mengambil tindakan hukum dengan melaporkan ke pihak kepolisian. Dia mencontohkan kasus hoax 7 kontainer surat suara tercoblos dan server KPU yang sudah disetting untuk memenangkan paslon tertentu.

"Kita laporkan ke kepolisian agar diproses secara hukum sehingga tahu pelaku dan apa motifnya,"  kata Wahyu Setiawan.

Lebih lanjut, Wahyu menuturkan KPU selalu mengimbau kepada masyarakat pemilih agar tidak langsung percaya terhadap informasi yang didapat. Masyarakat, kata dia, harus mencari informasi pembanding dan melakukan pengecekan kembali.

"Kepada masyarakat pemilih khususnya kita menghimbau jika mendapat informasi jangan langsung dipercaya. Dicari informasi dulu, pembandingnya, tabayyun sehingga masyarakat tidak tertipu berita hoax. Kan KPU juga menjaga masyarakat dari berita-berita hoax, dari berita-berita yang tidak benar," kata Wahyu Setiawan.



Sumber: BeritaSatu.com