Bawaslu: Hoax Gerus Kepercayaan Publik terhadap Penyelenggara Pemilu

Bawaslu: Hoax Gerus Kepercayaan Publik terhadap Penyelenggara Pemilu
Ilustrasi Bawaslu. ( Foto: Antara )
Yustinus Paat / WM Sabtu, 6 April 2019 | 11:48 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mochammad Afifuddin mengatakan, hoax bisa mengurangi partisipasi Pemilu. Afif mengatakan, jika publik tidak percaya penyelenggara Pemilu maka mereka tidak percaya proses dan hasil pemilu.

"Kalau hoax ini dipercaya publik khawatir mengurangi partisipasi karena misalnya mereka percaya kalau penyelenggara nggak netral. Tampaknya secara langsung bisa membuat penilaian publik kepada kami salah karena info yang tidak benar tersebut," ujar Afif di Jakarta, Sabtu (6/4).

Afif mengatakan, hoax bisa merugikan bangsa karena Pemilu menyangkut pemimpin nasional bangsa yang mengarahkan bangsa Indonesia ke depannya. "Bagi bangsa ini juga akan mengalami defisit pendidikan politik jika hoax semakin banyak dan dipercaya," tandas dia.

Bawaslu, kata Afif, terus melakukan edukasi kepada publik agar semua pihaknya tidak melakukan dan mempercayai hoax. Bawaslu, kata dia, juga melakukan kerja sama dengan berbagai lembaga untuk menangkal hoax.

"Kalau penindakannya kita kerja sama dengan Kominfo terkait hoax yang ada di medsos dan juga dengan tim cyber crime untuk tindak lanjutnya,"  kata Afifuddin



Sumber: BeritaSatu.com