Mendagri Dukung Langkah KPU Polisikan Akun Penyebar Hoax Server KPU

Mendagri Dukung Langkah KPU Polisikan Akun Penyebar Hoax Server KPU
Mendagri Tjahjo Kumolo di acara pengukuhan Tim Pemeriksa Daerah Periode 2019-2020, di Hotel Sari Pacific, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (6/4). ( Foto: beritasatu.com / yustinus paat )
Yustinus Paat / WM Sabtu, 6 April 2019 | 12:42 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mendukung penuh langkah Komisi Pemilihan Umum (KPU) melaporkan tiga akun media sosial ke Bareskrim Polri terkait dengan hoax pemilu yang menyebutkan server KPU di Singapura sudah di-setting menangkan pasangan calon tertentu. Tjahjo menilai, hoax pemilu tersebut tidak masuk akal.

"Saya kira itu berita yang tidak masuk akal. Kami mendukung penuh langkah KPU yang cepat dalam tempo sesingkat-singkatnya kalau ada berita hoax, berita sekecil apapun berita itu, harus segera dilaporkan kepada aparat penegak hukum," ujar Tjahjo, di acara pengukuhan Tim Pemeriksa Daerah Periode 2019-2020, di Hotel Sari Pacific, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (6/4/2019).

Dengan melaporkan ke pihak kepolisian, kata Tjahjo, maka hoax tersebut tidak menimbulkan kebingunan dan kegaduhan. Tjahjo juga yakin polisi bisa dengan cepat mengungkap permainan hoax termasuk pelaku dan motifnya.

"Dengan laporan cepat ini saya yakin polisi akan segera mengungkap, apapun permainan fitnah dan hoax adalah tidak pada zamannya," kata Tjahjo.

Menurut Tjhajo, seluruh penyelenggaraan pemilu diatur dalam Undang-Undang khususnya UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. KPU dan Bawaslu, kata dia, sudah diawasi oleh semua pihak mulai dari peserta pemilu dan elemen masyarakat.

"Yakinlah KPU dan Bawaslu melakukan tugas sesuai dengan aturan UU, termasuk pemerintah meyakini tidak ada satu titik koma pun UU yang dilanggar KPU dan panwas,"  kata Tjahjo

KPU sudah melaporkan tiga akun terkait hoax server KPU ke Bareskrim Polri pada Kamis, 4 April 2019 lalu. Akun itu berasal dari tiga platform media sosial (medsos), yakni Facebook, Instagram, dan Twitter.

Selain itu, dalam pelaporan pada Kamis malam, KPU juga meminta polisi menemukan pria yang ada dalam video yang menyampaikan adanya informasi tentang server KPU yang sudah disetting untuk memenangkan kandidat capres tertentu.

Sebagaimana diketahui, saat ini beredar video di twitter, instagram dan facebook terkait informasi adanya server KPU yang sudah di-setting untuk memenangkan salah satu capres. Dalam video itu terlihat seorang pria sedang memaparkan materi di depan sejumlah orang dalam rapat tertutup.

Pria itu mengatakan bahwa capres 01 sudah diamankan di angka 57 persen. Pria itu mengatakan "Yang terakhir di KPU saya bulan januari ke singapura karena ada kebocoran data. 01 sudah membuat angka 57 persen. Allah maha segalanya. Server yang dibangun 7 lapis bocor. Salah satunya bocor. Kita berusaha menetralkan. Tapi data itu masih invalid. Maka tadi saya bicara dengan Pak Alfrian ini harus dituntaskan sebelum final 17 April,".



Sumber: BeritaSatu.com