KPU: Anda Pindah Memilih, Negara Akan Rugi Besar

KPU: Anda Pindah Memilih, Negara Akan Rugi Besar
Ketua KPU Arief Budiman ( Foto: Beritasatu TV )
Yustinus Paat / YS Sabtu, 6 April 2019 | 16:48 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengingatkan, negara akan mengalami kerugian besar jika ada pemilih melakukan pindah memilih atau pemilih kategori daftar pemilih tambahan (DPTb).
Pasalnya, negara telah menyiapkan surat suara Pemilu di tempat pemilih terdaftar di DPT.

"Karena kalau semua mau pindah, negara sebenarnya rugi besar juga. Kenapa? Karena surat suaramu sudah diproduksi di tempat asalmu," ujar Arief di Hotel Sari Pasific, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Sabtu (6/4/2019).

Arief mengakui, UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu memang tidak melarang pemilih untuk melakukan pindah memilih. Namun, Arief mengingatkan, pemilih pindah memilih akan mengalami kerugian konstitusional karena tidak semua hak pilihnya terpenuhi atau bisa coblos lima surat suara.

"Begitu Anda pindah tempat memilih, Anda akan berkurang haknya, tidak lagi lima surat," tandas dia.

Karena itu, Arief mengimbau kepada pemilih untuk menggunakan hak pilihnya di tempat mereka terdaftar sebagai pemilih.

"KPU selalu menyerukan sepanjang Anda bisa menggunakan hak pilih di tempat Anda terdaftar, sebaiknya Anda menggunakan di tempat Anda terdaftar. Karena dengan begitu hak konstitusional Anda itu akan diberikan secara penuh oleh negara lima surat suara," tutur dia.

Apalagi, kata Arief, negara memberikan ruang yang cukup bagi semua pemilih untuk menggunakan hak pilihnya dengan menetapkan hari pemungutan suara sebagai hari libur nasional. Menurut Arief, hal tersebut bermaksud agar pemilih meluangkan waktunya untuk memilih.

"Negara itu memberi ruang yang cukup bagi semua pemilih dengan menetapkan sebagai hari libur, misalnya Pak, saya pegawai, saya mau pindah karena saat pemungutan suara saya tugas di sini, lha ngapain tugas itu hari libur? Gunakan hak pilih di tempatmu berada," tutur dia.



Sumber: Suara Pembaruan