Soal Klaim Prabowo, KPU: Pencurian Suara Pasti Ketahuan

Soal Klaim Prabowo, KPU: Pencurian Suara Pasti Ketahuan
Ilustrasi KPU ( Foto: Beritasatu.com )
Yustinus Paat / YUD Sabtu, 6 April 2019 | 18:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan mekanisme perhitungan dan rekapitulasi suara Pemilu 2019 sudah diatur secara terbuka dan transparan sebagaimana diperintahkan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Jika ada pihak yang melakukan kecurangan atau mencuri suara pihak lain, KPU pasti akan mengetahuinya.

Hal ini disampaikan Arief menanggapi klaim dari calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang mengatakan kubunya harus menang besar dengan selisih 25 persen suara karena belasan persen suara akan dicuri.

"Dengan mekanisme yang dibangun oleh KPU sekarang, kalau ada yang nyuri, akan ketahuan," ujar Arief di Hotel Sari Pacific, Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/4/2019).

KPU melakukan perhitungan dan rekapitulasi suara secara berjenjang dan terbuka. Di Tempat Pemungutan Suara (TPS), penghitungan suara akan disaksikan oleh peserta pemilu dan pengawas TPS. Jika ada kesalahan atau kecurangan di TPS, maka bisa dikoreksi di tingkat PPK, kabupaten/kota, provinsi dan rekap nasional di KPU RI.

"Kemudian Bawaslu juga bisa memberi rekomendasi untuk koreksi kalau memang ada kesalahan," tandas Arief.

Lebih lanjut, Arief mengakui bahwa potensi kecurangan dalam pemilu pasti ada. Karena itu, kata dia, KPU membangun sistem agar proses penghitungan dan rekapitulasi suara dilakukan secara terbuka dan transparan.

"Pertama diawasi, makanya kami membangun sistem yang transparan. Jadi kalau ada yang curang akan ketahuan. Dan kalau ketahuan akan kita, pertama mengambil tindakan penegakan hukumnya. Yang kedua bisa dilakukan koreksi," pungkas dia.

Sebelumnya, Prabowo Subianto mengatakan kubunya harus menang dengan minimal selisih 25 persen. Prabowo pun mengajak para pendukung mengawal kemenangan pasangan nomor urut 02 di Pilpres 2019.

"Kita harus menang dengan angka yang sangat besar. Kita harus menang dengan selisih 25 persen. Karena siap akan dicuri sekian belas persen. Hanya itu usaha kita," ujar Prabowo di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (5/4/2019).



Sumber: BeritaSatu.com