HT: Kantor Perjuangan Perindo di Jabar untuk Memajukan Rakyat

HT: Kantor Perjuangan Perindo di Jabar untuk Memajukan Rakyat
Suasana peresmian Kantor DPW Perindo Jawa Barat di Jl Cipaganti, Kota Bandung. ( Foto: istimewa / istimewa )
Yuliantino Situmorang / YS Sabtu, 6 April 2019 | 19:50 WIB

Bandung - Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) menjelaskan, Kantor DPW Partai Perindo Jawa Barat di Jl Cipaganti Nomor 75, Kota Bandung, akan digunakan untuk perjuangan memajukan Jawa Barat.

“Perindo memang memiliki dua program utama, membantu dan memajukan masyarakat,” ujar HT dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (6/4/2019).

Saat meresmikan Kantor DPW Perindo Jabar itu, HT juga membuka Bazar Murah Perindo, Jumat (5/4/2019).

Ia menjelaskan, program Perindo Membantu Masyarakat seperti bazar beras murah. Bazar itu rutin dijalankan sejak lama. Dalam program ini, beras dijual dengan harga diskon cukup besar. Kegiatan itu mendapat banyak apresiasi dari masyarakat.
Selanjutnya, ada program pengasapan untuk mengatasi wabah demam berdarah.

HT mengatakan, program membantu masyarakat itu bukan hanya dilakukan saat kampanye, melainkan sudah sejak lama.

Dikatakan, Perindo memiliki berbagai program membantu masyarakat seperti layanan ambulans gratis 24 jam, pemeriksaan kesehatan gratis, dan gizi anak.

Selain program membantu masyarakat, HT menekankan yang paling penting adalah program dalam membangun masyarakat.

“Masyarakat yang tidak produktif atau kurang produktif dijadikan produktif. Partai Perindo bisa berbuat sesuatu dengan programnya mengangkat kesejahteraan mereka, misalnya dengan UMKM Gerobak Perindo,” kata HT.

Selain mendapat gerobak sebagai modal usaha, UMKM binaan Perindo dilatih dan didampingi hingga maju. Sebagai contoh pedagang nasi rames di Surabaya yang merupakan binaan Perindo bisa mengantongi keuntungan Rp 15 juta sebulan, ada juga yang Rp 6 juta per bulan.

“Mereka berkembang, sudah punya karyawan, ini yang kami lakukan,” kata pria yang telah mengajar di lebih 200 perguruan tinggi tersebut.

Begitu juga petani dan nelayan tradisonal diberdayakan jadi modern, diberi peralatan produksi agar lebih produktif dan efisien serta hasil panen lebih banyak.



Sumber: Suara Pembaruan