Ketum FUI Serukan Putihkan TPS dan Coblos Prabowo-Sandi

Ketum FUI Serukan Putihkan TPS dan Coblos Prabowo-Sandi
Pendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno saat kampanye akbar di Jakarta, Minggu (7/4/2019). Kampanye akbar yang diawali dengan salat subuh berjemaah itu untuk menyampaikan visi-misi Prabowo-Sandiaga untuk Pemilu 2019. ( Foto: ANTARA FOTO / Hafidz Mubarak A )
Fana Suparman / JAS Minggu, 7 April 2019 | 08:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Muhammad Al Khaththath menyerukan massa 212 dan pendukung capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi untuk memutihkan tempat pemungutan suara (TPS) pada hari pencoblosan 17 April mendatang.

Al Khaththath juga meminta massa mencoblos Prabowo-Sandi. Hal itu disampaikan Al Khattat di hadapan massa kampanye akbar Prabowo-Sandi yang memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (7/4).

"Simulasi 212 Putihkan TPS, tanggal 17 April diminta 212 pendukung 02 mengadakan Subuh akbar dan putihkan TPS lalu coblos Prabowo-Sandi. Allahu Akbar," kata Al Khaththath.

Al Khaththath mengatakan kampanye akbar Prabowo-Sandi yang dimulai dengan Salat Tahajud dan Salat Subuh berjamaah dilakukan untuk mendapat keberkahan. Al Khaththath pun mengutip fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam menggunakan hak pilih pada Pemilu 2019.

"Dibacakan fatwa MUI tentang memilih pemimpin dalam pemilu. Hasil ijtima ulama komisi fatwa se-Indonesia, di Padang Panjang, 23 Muharam 1433 H, bertepatan 26 januari 2009. Kini acuan kita fatwa MUI, bukan orangnya. Silakan didengarkan," kata Khaththath.

Al Khaththath kemudian menjelaskan calon presiden dan calon wakil presiden yang ideal untuk Indonesia berdasarkan fatwa MUI tersebut. Menurutnya, imamah dan imaroh memiliki syarat-syarat sesuai ketentuan agama agar terwujud kemaslahatan dalam masyarakat.

Al Khaththath mengimbau massa kampanye akbar memilih pemimpin yang beriman, bertakwa, jujur dan memperjuangkan umat Islam.

"Memilih pemimpin yang tidak memenuhi syarat-syarat sebagaimana disebut. Yaitu tidak beriman, tidak bertakwa, tidak jujur, tidak amanah, tidak aspiratif, tidak fatonah, tidak memperjuangkan umat Islam, hukumnya haram," tegasnya.

Karena itu, Al Khaththath meminta massa 212 serta pendukung paslon yang diusung Koalisi Indonesia Adil Makmur untuk mencoblos Prabowo-Sandi pada 17 April mendatang. Al Khaththath juga menyerukan para pendukung Prabowo-Sandi untuk membentuk tim yang diterjunkan ke TPS.

"Saya minta tolong, pulang dari sini membentuk panitia tim TPS seluruh pemilih 02 kumpulkan pemilih Prabowo-Sandi, kumpulkan selamatkan 212 orang untuk salat berjamaah untuk TPS dan coblos Prabowo-Sandi, coblos pemimpin Muslim dan jangan beri kesempatan orang lain," tegasnya.

 



Sumber: Suara Pembaruan