Prabowo: Rakyat Indonesia Ingin Perubahan

Prabowo: Rakyat Indonesia Ingin Perubahan
Pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno (kanan) menyapa pendukungnya saat kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu, 7 April 2019. ( Foto: ANTARA FOTO / Hafidz Mubarak A )
Carlos KY Paath / JAS Minggu, 7 April 2019 | 09:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Rakyat Indonesia menginginkan perubahan. Pasangan calon presiden dan wakil presiden (paslon) 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi) dapat merasakan hal itu setelah berkeliling Indonesia.

“Saya bersama saudara Sandiaga Uno sudah hampri delapan bulan keliling Indonesia. Kami melihat, kami merasakan, kami bisa menangkap getaran hati rakyat Indonesia. Rakyat Indonesia sekarang ingin perubahan,” kata Prabowo.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat berpidato dalam Kampanye Akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (7/4/2019). “Rakyat Indonesia ingin perbaikan, betul? Rakyat Indonesia sudah tidak mau dibohongi lagi, rakyat Indonesia sudah muak dengan korupsi,” ujar Prabowo.

Prabowo menyatakan, rakyat pun muak dengan ketidakadilan. “Rakyat Indonesia sudah tidak mau terima lagi hak-haknya diinjak-injak. Rakyat Indonesia sudah mengerti, rakyat Indonesia tidak bodoh. Rakyat Indonesia sekarang menuntut pemerintah yang punya akal sehat,” ucap Prabowo.

Prabowo berterima kasih kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena mendapat kesempatan membela rakyat, kebenaran dan keadilan. “Melawan angkara murka. Untuk melawan ketidakadilan. Untuk melawan pemimpin-pemimpin yang menipu rakyatnya sendiri,” tegas Prabowo.

Menurut Prabowo, kondisi negara sedang "sakit". Diungkapkan, kekayaan Indonesia diambil terus menerus. Hak-hak rakyat juga diinjak-injak. Sejumlah kepala desa dipanggil serta diancam-ancam. Tak hanya itu, para kiai dan ulama dikejar-kejar, emak-emak ditangkap.

“UUD menjamin kebebasan berbicara, tetapi saudara Ahmad Dhani meringkuk di penjara. Hei hakim yang memberi ketidakadilan kepada rakyat, jangan kau kira kau tidak dicatat. Hai gubernur-gubernur, hai bupati-bupati, jangan kau kira kau bisa mengancam-ancam rakyatmu sendiri,” kata Prabowo.

Lihat video:



Sumber: Suara Pembaruan