Di Kampanye Akbar, Sandi Beberkan Keluh Kesah Ibu Ida di Bali, Ibu Lis di Cibitung

Di Kampanye Akbar, Sandi Beberkan Keluh Kesah Ibu Ida di Bali, Ibu Lis di Cibitung
Kampanye akbar Prabowo-Sandi di Jakarta, Minggu 7 April 2019. ( Foto: Antara )
Fana Suparman / JAS Minggu, 7 April 2019 | 09:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno membeberkan keluh kesah rakyat yang ditemuinya saat berorasi dari atas panggung utama Kampanye Akbar Prabowo-Sandi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu (7/4). Sandi mengatakan, masyarakat yang ditemuinya saat mengunjungi lebih dari 1.500 titik di seluruh Indonesia menginginkan perubahan.

"Saya melihat dalam perjalanan 1.500 lebih kunjungan keliling Indonesia, perjalanan spiritual bagi Prabowo-Sandi. Kami melihat masyarakat menginginkan perubahan," kata Sandi.

Sandi membeberkan sejumlah nama yang berkeluh kesah kepadanya. Sandi menyebut nama Ibu Ida di Bali yang mengeluhkan mahalnya tarif listrik. Sementara ibu Lis di Cibitung mengeluhkan mengenai lapangan pekerjaan yang semakin sulit.

"Ibu Ida di Bali mengeluhkan beban listrik sekarang, turun atau naik? Mahal katanya. Ibu Lis di Cibitung cemaskan masa depan pekerjaan. Cari kerja sekarang atau susah? Meski kita hidup di industri namun pengangguran masih dirasakan berat," ungkapnya.

Tak hanya itu, Sandi juga menyebut nama Agus, seorang petani tomat di Malang. Sandi menuturkan, Agus mengeluh harga tomatnya anjlok saat masa panen.

"Bayar biaya tanam tinggi, tapi harga jual panen tomatnya malah anjlok," katanya.

Sandi mengaku membayangkan wajah-wajah Ibu Ida, Ibu Lis atau Agus dan rakyat lainnya saat bermunajat dan berdoa bersama massa pendukung di GBK hari ini.

"Saat bermunajat tadi, terlintas wajah-wajah penuh harapan atas perubahan," katanya.

Sandi berjanji, dia bersama Prabowo akan menyelesaikan dan memberikan solusi atas persoalan-persoalan ekonomi yang dirasakan masyarakat.

"Kita ini harus sampaikan pada mereka semua bahwa Prabowo-Sandi akan menyelesaikan memberikan solusi masalah ekonomi kita. Saya ingin sampaikan suara rakyat, suara lirih yang jujur kita yakini. Ayo siap bergerak 17 April? 17 April ke TPS singkatan tusuk Prabowo-Sandi," katanya.

Sandi meyakini massa pendukung yang memadati Stadion Utama GBK dan sekitarnya bukan hanya hadir karena Prabowo-Sandi. Lebih dari itu, masyarakat yang menghadiri Kampanye Akbar ini karena kecintaan pada bangsa. Masyarakat yang merindukan keadilan, kemakmuran dan mendambakan Indonesia menang.

"Mau cari kerja mudah? Jawabannya tusuk Prabowo-Sandi. Mau harga terjangkau? tusuk Prabowo-Sandi," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan