Prabowo Bersumpah Ciptakan Pemerintahan Sebersih-bersihnya

Prabowo Bersumpah Ciptakan Pemerintahan Sebersih-bersihnya
Kampanye akbar Prabowo-Sandi di Jakarta, Minggu 7 April 2019. ( Foto: Antara )
Carlos KY Paath / JAS Minggu, 7 April 2019 | 11:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Pasangan calon presiden dan wakil presiden (paslon) 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi) berkomitmen menghadirkan pemerintahan yang bersih. Prabowo berjanji tak akan memperkaya diri.

“Saya bersaksi, saya berjanji, saya bersumpah kepada republik ini, kita akan ciptakan pemerintahan yang sebersih-bersihnya. Saya bersumpah saya tidak akan memperkaya diri saya atau keluarga saya atau konco-konco saya,” kata Prabowo.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat berpidato dalam Kampanye Akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (7/4/2019). “Saya mengajak kawan-kawan semua untuk demikian. Kita berbakti, kita mengabdi kepada negara dan bangsa,” ujar Prabowo.

Prabowo pun menyatakan, “Usia saya sudah 68 tahun. Sudah terlalu banyak yang diberikan Yang Mahakuasa kepada saya. Saya bertekad sisa hidup saya untuk rakyat Indonesia. Kebahagiaan saya, kalau saya bisa melihat kekayaan Indonesia kembali ke rakyat Indonesia.”

Pada kesempatan itu, Prabowo meminta pendukungnya tetap bekerja keras menjelang pemungutan suara 17 April 2019. Prabowo juga berharap pendukung untuk memeriksa adanya pemilih "hantu" di tempat pemungutan suara.

“Saya mohon 10 hari ini, kita kerja keras. Ke RT-RT, periksa nama-nama 'hantu' atau orang tak jelas. Ada berapa juta orang lahir di hari yang sama. Dari segi matematika tidak mungkin. Tapi tolong rakyat periksa,” kata Prabowo.

Prabowo pun menambahkan, “Anggap saja, 17 April adalah hari lebaran ketiga. Idulfitri, Iduladha, 17 April, Hari kebangkitan rakyat Indonesia. Mari kita jawab kepada elite-elit. Rakyat Indonesia enggak mau dicurangi lagi. Takut atau tidak?.”

Menurut Prabowo, pendukung juga sebaiknya tidak mudah diprovokasi. “Jangan melanggar hukum. Jangan pakai kekerasan. Kalau macam-macam Pak Amien Rais katakan people power, kekuatan rakyat. Tinggal 20 juta rakyat Indonesia duduk aja, tapi duduknya sebulan, berani enggak? Kalau ada ketidakadilan yang luar biasa,” ungkap Prabowo. 



Sumber: Suara Pembaruan