Ini Alasan Pendiri PAN Pilih Jokowi-Ma'ruf

Ini Alasan Pendiri PAN Pilih Jokowi-Ma'ruf
Abdillah Toha. ( Foto: Twitter )
Yustinus Paat / YUD Minggu, 7 April 2019 | 15:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) dan Cendekiawan Muslim Abdillah Toha mengungkapkan alasan dirinya memilih Pasangan Calon Nomor Urut 01 Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Pemilu 2019. Terkait Pilpres 2019, kata Abdillah, sebenarnya tidak terlalu sulit untuk memilih.

"Sebenarnya dalam pemilu Presiden kali ini, tidak terlalu sulit untuk memilih," ujar Abdillah dalam video yang viral, Minggu (7/4/2019).

Abdillah mengatakan rakyat hanya dihadapkan dengan dua pilihan. Rakyat, kata dia, bisa memilih seseorang yang sederhana, jujur, merakyat dan berprestasi nyata, dengan memilih seseorang yang tidak punya prestasi dan berkampanye dengan cara-cara yang sangat tidak menyenangkan, banyak hoax, tidak punya pengalaman, rekam jejak yang juga tidak membuat kita pasti mengenai latar belakangnya.

"Jadi antara dua pilihan ini sebenarnya mudah sekali. Pilihan saya tidak lain adalah pasangan Jokowi dan Ma'ruf Amin," tegas Abdillah.

Terkait pemilihan legislatif 2019, Abdillah mengatakan dirinya tidak akan melihat partainya terlebih dulu, namun akan melihat orangnya atau figur calegnya.

"Jadi, kita pelajari latar belakang orang ini, karakternya, akhlaknya, kecerdasannya. Baru kita melihat ke partainya," ungkap dia.

Abdillah menilai partai baru, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), adalah partai yang tidak punya dosa-dosa masa lalu. Caleg-caleg PSI, kata dia, juga masih muda-muda, bersemangat.

"Untuk menjadi calon legislatif di Partai Solidaritas Indonesia ini dia harus melalui tes kepribadian, dilihat, dipelajari juga masa lalunya, pendidikannya, dan diangkat tim untuk menyeleksi siapa yang patut menjadi calon legislatif," jelas dia.

Menurut Abdillah, Jokowi-Ma'ruf jika didukung partai seperti PSI, maka akan membuat bangsa Indonesia semakin baik dan kuat.

"Nah, kombinasi antara Jokowi-Ma'ruf Amin, dan kuatnya dukungan partai seperti Partai Solidaritas Indonesia yang idealis, antikorupsi, ingin menegakkan hukum, toleran dan partai terbuka, saya kira suatu kombinasi yang sangat baik buat bangsa dan negeri ini," pungkas dia.



Sumber: BeritaSatu.com