Gunakan Kata Ndasmu, Karakter Kasar Prabowo Muncul Alamiah

Gunakan Kata Ndasmu, Karakter Kasar Prabowo Muncul Alamiah
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat menyampaikan orasi politik dalam kampanye akbar yang dihadiri simpatisan dan kader partai pendukung koalisi, di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu 7 April 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao )
Markus Junianto Sihaloho / YUD Minggu, 7 April 2019 | 18:59 WIB

Jatiagung, Beritasatu.com - Capres Prabowo Subianto dinilai tak bisa menutupi sifat dan karakter aslinya yang selalu berhalusinasi masa lalu, emosional, dan suka berkata kasar seperti ditunjukkannya dalam pidato di kampanye akbarnya di Jakarta hari ini.

Sekretaris TKN Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto, mengatakan pihaknya sangat menyayangkan Prabowo mengeluarkan kata-kata 'ndasmu' yang maknanya sangat kasar.

'Ndasmu' adalah bahasa Jawa yang berarti 'kepalamu'. Sejumlah media melaporkan, saat mengkritik pertumbuhan ekonomi 5 persen oleh Pemerintahan Jokowi, Prabowo menyatakannya. "(Pertumbuhan ekonomi) 5 persen, ndasmu."

Menurut Hasto, Prabowo sangat tidak pantas menyampaikan kata 'ndasmu'. Sebagai seorang capres, Prabowo sangat tidak elok menyampaikannya.

"Saya yakin rakyat dapat mencatat itu dan akan memilih calon yang dapat menjamin ketentraman di negeri ini," kata Hasto menanggapi pertanyaan wartawan di sela kampanye akbar di Lampung Selatan, Minggu (7/4/2019).

Lebih jauh, kata-kata kasar dari Prabowo akan membuat rakyat semakin bisa melihat bagaimana Prabowo terus berhalusinasi terhadap masa lalu. Menurut Hasto, yang terekam di benak Prabowo adalah masalah dan persoalan di masa lalu. Sehingga ketika pertumbuhan ekonomi di era Jokowi benar-benar terjadi, Prabowo tak bisa melihatnya.

"Pak Prabowo tak bisa melihat kemajuan sebuah negara ini," ujar Sekjen PDIP itu.

Baginya, seorang pemimpin itu dilihat dari program dan karakternya. Dan kalau dilihat dari cara Prabowo berpidato di kampanye akbarnya hari ini, terlihat pidato Prabowo mirip memakai teleprompter. Artinya, pidato itu sebenarnya sudah dipersiapkan dengan baik.

Maka ketika masih ada kata-kata yang keluar dari konteks seperti 'ndasmu', maka itu menunjukkan karakter asli Prabowo.

"Karakter asli yang menunjukkan sosok emosional. Ini kurang pas untuk ditampilkan," pungkas Hasto.



Sumber: BeritaSatu.com