Bendera NU Dipakai Kampanye, Gus Nabil: Kang Sandi Harus Ngaji AD ART NU

Bendera NU Dipakai Kampanye, Gus Nabil: Kang Sandi Harus Ngaji AD ART NU
Ketua Umum Jawi, Muchamad Nabil Haroen atau Gus Nabil saat Acara Deklarasi Jawi untuk Joko Widodo-KH. Ma’ruf Amin di Aula Cendana, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (17/3). ( Foto: istimewa )
Yustinus Paat / WM Sabtu, 6 April 2019 | 22:47 WIB

Surakarta, Beritasatu.com - Menanggapi pengibaran bendera Nahdlatul Ulama (NU) pada kampanye akbar Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, di Lumajang, Kamis (4/4/2019) silam, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa, Muchamad Nabil Haroen atau yang akrab disapa Gus Nabil menilai, Sandiaga Uno tidak memahami Anggaran Dasar (AD)dan Anggaran Rumah Tangga (ART) NU.

Menurut Gus Nabil, saat momentum pemilihan umum seperti ini, merebutkan suara warga Nahdliyin menjadi sangat penting. Banyak calon, baik presiden maupun legislatif, yang berlomba-lomba mendapatkan simpati dan suara dari warga Nahdliyin dengan berbagai cara.

“Sehingga wajar apabila ada salah satu calon wakil presiden yang ingin merebut simpati warga NU dengan mengibarkan bendera NU saat kampanye. Kini semakin jelas, mana NU tulen dan NU agak tulen. Saya yakin ia tidak memahami betul AD/ART NU,” ujar Gus Nabil kepada Beritasatu.com, Sabtu (6/4/2019).

Gus Nabil menegaskan, warga NU adalah pemilih yang cerdas dan rasional. Menurut dia, warga NU memilih dengan melihat dan mencermati rekam jejak pasangan calon.

“Namun perlu diketahui, warga NU adalah pemilih yang cerdas. Pemilih yang dapat menilai apakah wakil tersebut mewakili NU atau tidak. Tentu saja hal itu dapat dilihat dari track record masing-masing kandidat. Bagaimana seorang kandidat itu mengabdi dan berkhidmat kepada NU,” terang Calon Legislatif dari PDIP di Dapil V Jateng PDI Perjuangan.

Kader NU tulen, tambah Gus Nabil, pasti akan tahu bahwa organisasi besar yang didirikan oleh ulama-ulama Nusantara ini digunakan untuk apa. “Warga nahdliyin tulen pasti dapat memilah antara politik untuk NU atau NU untuk politik,”kata Gus Nabil.



Sumber: BeritaSatu.com