Kawal Perolehan Suara Jokowi, Nasdem Latih Saksi TPS

Kawal Perolehan Suara Jokowi, Nasdem Latih Saksi TPS
Partai Nasdem menggelar kampanye akbar di Lapangan Stadion Gunung Agung, Karangasem, Bali, Minggu (7/4/2019). ( Foto: istimewa )
Yeremia Sukoyo / WM Minggu, 7 April 2019 | 02:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Partai Nasdem berkomitmen memenangkan pasangan Calon Presiden Nomor 01 Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019 mendatang. Untuk mengawal perolehan suara, Nasdem akan mengawal seluruh proses. Mulai dari pencoblosan, penghitungan suara, hingga pengawalan di Mahkamah Konstitusi (MK) jika ada sengketa Pemilu 2019.

Ketua DPP Partai Nasdem Bidang Hukum, Advokasi dan HAM, Taufik Basari menjelaskan, untuk mengawal perolehan suara Jokowi, Partai Nasdem sudah mempersiapkan saksi yang akan disebar ke seluruh TPS yang ada di Indonesia. Saksi yang dikerahkan juga sekaligus mengawal perolehan suara Partai Nasdem.

"Nasdem sudah persiapkan saksi untuk seluruh TPS. Kita sedang finalisasi dan dilakukan pelatihan serta mempersiapkan sistem pelaporan hasil perhitungan suara yang terpusat sampai di DPP," kata Taufik Basari, di Jakarta, Sabtu (6/4/2019).

Penyebaran saksi di seluruh TPS diyakininya juga bisa mempercepat mendapatkan hasil perhitungan nyata (real count). Apalagi, Nasdem juga telah membentuk Komisi Saksi Nasional (KSN) yang diketuai mantan Komisioner KPU I Gusti Putu Artha dan mantan Komisioner Bawaslu dan Nasrullah sebagai sekretaris.

"Dari pengalaman mereka, segala teknis dan segalanya kita pantau sehingga pengawalan suara bisa kita lakukan. Selama ini KSN sudah bekerja dengan baik," ucap pria yang akrab disapa Tobas itu.

Dirinya mengakui, pemilu serentak kali ini menyita banyak energi para saksi. Oleh karena itu, Nasdem juga memberikan pembekalan dan pelatihan kepada saksi sehingga bisa bertahan semaksimal mungkin mengawasi seluruh proses Pemilu di TPS.

Khusus untuk pengawalan di MK. Nasdem mempersiapkan dua hal. Pertama, dalam pembuktian dari saksi-saksi yang mempunyai formulir C1 lengkap dari seluruh Indonesia dan kedua, Badan Advokasi Hukum (BAHU).

"Badan itu sudah terlatih sejak 2014 lalu dan beberapa Pilkada kita banyak kawal perkara di MK. Alhamdulillah prestasi diakui berbagai pihak keseriusan kita dalam hal mengawal hasil pemilu," ujarnya.

Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga menjelaskan, untuk menjaga suara, Jokowi akan terus melakukan kampanye di daerah sampai minimal dua atau tiga lokasi setiap harinya.

Salah satu tujuannya yakni untuk merebut hati masyarakat, utamanya para pemilih pemula yang belum menentukan pilihan. "Jadi itu cara kita agar menambah suara. Kemudian, saksi-saksi di setiap TPS juga telah disiapkan," kata Arya.

Terkait adanya wilayah yang masih dikuasai kubu lawan, dirinya pun meyakinkan bahwa pasangan Jokowi-Ma'ruf akan berusaha semaksimal mungkin untuk dapat terus meyakinkan masyarakat. Di antaranya seperti di daerah Jawa Barat, Sumatera Barat dan Madura.



Sumber: Suara Pembaruan